Ekonomi
Beranda » Berita » Bank Dunia Minta Maaf Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke 4,7% – Pernyataan Menkeu Purbaya

Bank Dunia Minta Maaf Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke 4,7% – Pernyataan Menkeu Purbaya

Bank Dunia Minta Maaf Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke 4,7% – Pernyataan Menkeu Purbaya
Bank Dunia Minta Maaf Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke 4,7% – Pernyataan Menkeu Purbaya

Media Pendidikan – 21 April 2026 | Jakarta, 21 April 2025 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Bank Dunia telah meminta maaf atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sempat diturunkan menjadi 4,7 persen dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026. Pernyataan tersebut disampaikan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di ibu kota.

“Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7 persen, itu World Bank kan ya. Begitu ketemu di sana, dia minta maaf,” kata Purbaya dalam wawancara di Kantor Kemenkeu, Jakarta. “Dia minta maaf karena di‑publish sebelum diskusi dengan bosnya di sana,” tambahnya, menekankan pentingnya komunikasi yang transparan antara lembaga internasional dan pemerintah.

Baca juga:

Purbaya juga membandingkan respons Indonesia dengan China yang sebelumnya memprotes proyeksi serupa dari Bank Dunia. “Jadi China marah, kita enggak marah, cuma saya bilang ‘ya lo (Bank Dunia) forecast‑nya terlalu rendah, saya kan membuktikan bahwa kamu salah’,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan sikap pemerintah yang lebih memilih membuktikan kinerja ekonomi melalui data riil daripada sekadar mengkritik perkiraan luar.

Untuk menegaskan keyakinan tersebut, Purbaya menyoroti serangkaian reformasi fiskal yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2024. Di antaranya, perbaikan sistem perpajakan oleh Direktorat Jenderal Pajak, peningkatan efisiensi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta penyederhanaan prosedur di sejumlah kementerian dan lembaga. “Kita sudah melakukan reformasi terus‑menerus di Kementerian Keuangan dan di tempat lain juga,” jelasnya, menambahkan bahwa langkah‑langkah tersebut berkontribusi pada peningkatan penerimaan negara meskipun kondisi global masih tidak menentu.

Baca juga:

Data terbaru menunjukkan bahwa penerimaan pajak pada kuartal pertama 2025 meningkat 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara penerimaan bea cukai naik 4,8 persen. Peningkatan tersebut, menurut Purbaya, menjadi bukti bahwa kebijakan reformasi telah menambah daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Dengan latar belakang permintaan maaf Bank Dunia, pemerintah menegaskan kembali target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap realistis pada kisaran 5,0‑5,2 persen, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Purbaya menutup dengan menekankan pentingnya konsistensi kebijakan dan kerjasama internasional yang konstruktif untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca juga:

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *