Daerah
Beranda » Berita » Banjir 1 Meter di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Puluhan Warga Dievakuasi Brimob Metro Jaya

Banjir 1 Meter di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Puluhan Warga Dievakuasi Brimob Metro Jaya

Banjir 1 Meter di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Puluhan Warga Dievakuasi Brimob Metro Jaya
Banjir 1 Meter di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Puluhan Warga Dievakuasi Brimob Metro Jaya

Media Pendidikan – 05 April 2026 | Hujan lebat yang melanda wilayah Jakarta Selatan pada akhir pekan kemarin menimbulkan dampak serius bagi kawasan permukiman Bukit Pamulang Indah (BPI) di Pamulang, Tangerang Selatan. Air meluap hingga menyentuh ketinggian sekitar satu meter, memaksa warga setempat mengungsi dan menimbulkan kerugian material yang signifikan.

Warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal melaporkan situasi yang mengkhawatirkan. “Air sudah masuk sampai setinggi lutut, bahkan ada yang sampai menenggelamkan perabotan dapur. Kami tidak bisa tinggal di sini lagi,” kata seorang ibu rumah tangga yang meminta tidak disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa listrik dan jaringan telepon seluler hampir seluruhnya terputus, menyulitkan upaya koordinasi dengan tim penyelamat.

Baca juga:

Pihak kepolisian daerah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan terus memantau perkembangan banjir. Mereka menyiapkan posko bantuan yang dilengkapi dengan kebutuhan pokok seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan kebersihan. Sementara itu, tim medis siap memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami hipotermia atau luka ringan akibat tergelincir di area licin.

Petugas Brimob menegaskan bahwa evakuasi dilakukan secara bertahap, mengutamakan prioritas pada rumah yang paling terdampak. “Kami mengutamakan keamanan warga. Setiap tim bergerak dengan peralatan yang memadai, termasuk pompa air portable untuk membantu mengurangi kedalaman air di sekitar rumah,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Irwan Setiawan.

Selain evakuasi, tim SAR juga melakukan penilaian kerusakan struktural pada bangunan. Sejumlah rumah menunjukkan tanda-tanda keretakan pada dinding dan fondasi, menandakan potensi bahaya longsor jika air terus naik. Oleh karena itu, warga yang rumahnya diperkirakan tidak aman diinstruksikan untuk tetap berada di posko hingga kondisi dinyatakan aman.

Baca juga:

Hujan deras yang menjadi pemicu banjir diperkirakan berasal dari sistem awan tropis yang melewati wilayah Pulau Jawa. BMKG mencatat curah hujan mencapai 150 mm dalam 24 jam di wilayah Tangerang Selatan, melebihi kapasitas penyerapan tanah dan saluran drainase kota. Sebagai akibatnya, aliran air meluap ke daerah permukiman yang berada di dataran rendah.

Pemerintah daerah Tangerang Selatan menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperbaiki infrastruktur drainase di kawasan BPI. Rencana tersebut meliputi penambahan saluran pembuangan, revitalisasi sungai kecil, serta penanaman vegetasi penahan air di sepanjang lereng bukit. “Kami berkomitmen mengurangi risiko banjir di masa mendatang, namun diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tangerang Selatan, Dr. Siti Nurhayati.

Warga yang telah dievakuasi diharapkan dapat kembali ke rumah masing-masing setelah tim teknis memastikan kondisi aman. Sementara itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan menghindari area yang masih terendam. Kesiapsiagaan komunitas, termasuk pelatihan pertolongan pertama dan simulasi evakuasi, juga menjadi fokus utama dalam upaya mengurangi dampak bencana serupa di masa depan.

Baca juga:

Dengan koordinasi lintas lembaga yang cepat dan responsif, diharapkan kerugian yang ditimbulkan oleh banjir ini dapat diminimalisir, serta warga dapat pulih kembali ke kehidupan normal secepat mungkin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *