Media Pendidikan – 08 Juni 2026 | Suplemen zat besi merupakan salah satu suplemen yang penting dan direkomendasikan untuk anak. Zat besi berperan penting dalam membantu pembentukan hemoglobin yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi dapat membuat anak mengalami berbagai keluhan, seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan prestasi belajar.
Tak hanya bayi, anak usia sekolah hingga remaja juga dapat memperoleh suplementasi zat besi sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter. Berdasarkan rekomendasi IDAI, bayi umumnya mendapatkan suplementasi sejak usia 1–4 bulan hingga usia 2 tahun, tergantung kondisi saat lahir. Sementara pada balita, anak usia sekolah, dan remaja, suplementasi biasanya diberikan selama 3 bulan berturut-turut dan diulang dua kali dalam setahun.
Meski penting, ada kondisi tertentu yang membuat anak sebaiknya berhenti mengonsumsi suplemen zat besi untuk sementara waktu, yaitu saat sedang sakit atau mengalami infeksi. “Karena saat infeksi, bakteri dan virus menggunakan zat besi sebagai makanan mereka untuk terus berkembang biak. Selain itu, zat besi juga bisa memperparah mual, muntah, atau gangguan pencernaan lainnya,” jelas dr. Aisya.
Jadi, pemberian suplemen zat besi pada anak perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan anjuran dokter. Dengan demikian, anak dapat memperoleh manfaat dari suplemen zat besi dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.


Komentar