Media Pendidikan – 03 April 2026 | NASA meluncurkan misi berawak Artemis II pada malam Rabu, 1 April 2026, dari Kennedy Space Center, Florida, menggunakan roket Space Launch System (SLS) setinggi 98 meter. Kapal ruang angkasa Orion membawa empat astronot—Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch sebagai spesialis misi, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada—menuju orbit tinggi Bumi sebelum memulai perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan.
Setelah peluncuran pada pukul 18:35 waktu setempat (22:35 GMT), fase awal meliputi tiga orbit Bumi untuk memeriksa sistem kritis. Selanjutnya Orion melakukan manuver translunar injection yang menyalurkan kendaraan keluar dari orbit Bumi menuju lintasan “free-return”. Lintasan ini memungkinkan kapsul kembali ke Bumi tanpa dorongan tambahan, sekaligus memberikan jalur terdekat ke Bulan.
Jalur dan tujuan
Artemis II tidak melakukan pendaratan; pesawat hanya melintasi wilayah sekitar Bulan, mencapai titik terdekat pada 6 April 2026. Selama fase lunar, awak melakukan pengujian pakaian antariksa, sistem pendukung kehidupan, serta kontrol manual kendaraan—langkah penting sebelum misi pendaratan Artemis III yang direncanakan.
Modul Layanan Eropa (European Service Module) yang dipasok ESA menyediakan daya listrik, propulsi, dan dukungan kehidupan. Kombinasi Orion-ESM dan SLS merupakan evolusi teknologi yang sebelumnya diuji pada misi tak berawak Artemis I.
Masalah teknis dan penundaan
Peluncuran sempat tertunda beberapa kali sejak awal 2024 karena kebocoran hidrogen, masalah pada pelindung panas Orion, serta gangguan sensor baterai dan sistem penghancur roket darurat. Setelah inspeksi menyeluruh dan perbaikan, tim teknis menyatakan semua sistem siap, memungkinkan peluncuran tepat waktu pada April 2026.
Dalam wawancara singkat setelah lepas landas, komandan Wiseman melaporkan pemandangan “bulan terbit yang indah” dan menegaskan kesiapan kru untuk menjalani misi. Hansen menambahkan, “Kami pergi demi seluruh umat manusia,” menekankan dimensi simbolis perjalanan ini.
Rekor dan implikasi
Dengan jarak tempuh diperkirakan 406 000 km, Artemis II berpotensi mematahkan rekor jarak terjauh yang dicapai kru Apollo 13 pada 1970 (sekitar 400 000 km). Keberhasilan misi ini menjadi batu loncatan bagi rencana NASA membangun pangkalan di permukaan Bulan dan, jangka panjang, misi manusia ke Mars.
Setelah mengelilingi Bulan, Orion akan kembali ke Bumi dan melakukan pendaratan di Samudra Pasifik pada 10 April 2026. Tim misi akan menjalani prosedur debriefing dan analisis data untuk menilai performa sistem serta kesiapan astronot dalam kondisi mikrogravitasi selama fase trans-lunar.
Artemis II menandai kembali manusia ke wilayah lunar setelah lebih dari setengah abad, sekaligus menguji teknologi kunci yang akan menentukan kelanjutan program Artemis. Keberhasilan ini mengukuhkan kembali posisi Amerika Serikat sebagai pionir eksplorasi luar angkasa di tengah persaingan global.


Komentar