Pendidikan
Beranda » Berita » Anak Ikut Kompetisi? Jangan Hanya Fokus ke Menang, Ini Peran Penting Orang Tua

Anak Ikut Kompetisi? Jangan Hanya Fokus ke Menang, Ini Peran Penting Orang Tua

Anak Ikut Kompetisi? Jangan Hanya Fokus ke Menang, Ini Peran Penting Orang Tua
Anak Ikut Kompetisi? Jangan Hanya Fokus ke Menang, Ini Peran Penting Orang Tua

Media Pendidikan – 19 Mei 2026 | Mengikuti lomba, seperti lomba cerdas cermat, bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga menjadi proses penting dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir, hingga karakter anak. Karena itu, dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dinilai sangat penting agar anak dapat menjalani kompetisi dengan maksimal dan penuh semangat.

Psikolog Anak dan Co-founder Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, mengatakan pendampingan terhadap anak sebaiknya tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dijalani anak selama mempersiapkan kompetisi.

Baca juga:

'Kita dampingi secara proses. Karena kadang-kadang mungkin kalau zaman dulu ya, kita kan kayak, 'Oh pokoknya harus menang',' ucap Saskhya dalam acara kompetisi DANCOW Indonesia CERDAS Season 2 di Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Pendampingan seperti ini membantu anak merasa tidak sendirian dalam menghadapi kompetisi. Anak juga menjadi lebih percaya diri karena merasa usaha dan proses belajarnya dihargai.

Selain membantu persiapan akademik, orang tua dan guru juga perlu mendengarkan kondisi emosional anak. Rasa gugup, takut, atau cemas menjelang lomba merupakan hal yang wajar.

Baca juga:

Saskhya menilai penting bagi orang dewasa untuk memahami apa yang sebenarnya dirasakan anak, termasuk keluhan atau kebingungan yang mereka alami selama persiapan kompetisi.

Mengubah gugup menjadi semangat merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan. Menurut Saskhya, perasaan gugup yang dialami anak tidak selalu berarti hal negatif. Menurut Saskhya, perasaan tersebut justru bisa menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran anak sedang bersiap menghadapi tantangan.

Orang tua maupun guru dapat membantu anak memahami bahwa gugup adalah bentuk kesiapan diri.

Baca juga:

Pendekatan seperti ini membantu anak memiliki pola pikir yang lebih positif sehingga mereka lebih percaya diri dan siap menghadapi kompetisi berikutnya.

Selain itu, Saskhya pun menekankan bahwa membangun semangat anak dalam berkompetisi membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar.

Ketika anak merasa didukung, didengar, dan diapresiasi prosesnya, mereka tidak hanya lebih berani menghadapi lomba, tetapi juga belajar mengembangkan karakter positif seperti disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *