Media Pendidikan – 16 April 2026 | Gus Ipul menekankan peran strategis perpustakaan di lingkungan Sekolah Rakyat sebagai motor utama dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis para pelajar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang mempertemukan pengelola perpustakaan sekolah dengan pihak-pihak terkait pendidikan, menegaskan bahwa pustaka bukan sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan pusat aktivitas literasi yang harus dijalankan secara proaktif.
Tugas Pengelola Perpustakaan dalam Memperkuat Literasi
Pengelola perpustakaan diminta untuk menyiapkan koleksi buku yang mencakup beragam genre, mulai dari fiksi, non‑fiksi, hingga materi pelajaran yang memperkaya wawasan siswa. Selain itu, mereka diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan rutin seperti “jam baca”, klub buku, dan lokakarya penulisan kreatif yang melibatkan guru serta orang tua. Dengan cara ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, melainkan ruang interaksi edukatif yang menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Gus Ipul juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perpustakaan dan guru. Ia menekankan bahwa guru dapat memanfaatkan sumber daya pustaka untuk memperkaya materi pelajaran, sementara pustakawan dapat memberikan pelatihan literasi informasi yang membantu siswa menilai kredibilitas sumber digital. Sinergi ini diharapkan dapat menutup kesenjangan antara teori di kelas dan praktik membaca yang efektif.
Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat literasi di beberapa wilayah masih berada di bawah standar nasional, meskipun angka tersebut tidak diungkapkan secara spesifik dalam pertemuan. Hal ini menjadi latar belakang kuat bagi Gus Ipul untuk menegaskan bahwa langkah-langkah konkret di tingkat sekolah, khususnya melalui perpustakaan, dapat menjadi solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
Pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat menyambut seruan tersebut dengan antusias. Salah satu pustakawan mengungkapkan, “Kami siap mengoptimalkan peran kami, mulai dari memperbarui katalog hingga menyelenggarakan program membaca yang menarik bagi siswa. Harapannya, setiap anak dapat menemukan buku yang menginspirasi dan meningkatkan kemampuan literasinya.”
Secara keseluruhan, arahan Gus Ipul menandai sebuah komitmen kebijakan pendidikan yang menempatkan perpustakaan sebagai pilar utama dalam upaya meningkatkan kompetensi dasar siswa. Jika implementasinya berjalan konsisten, diharapkan tingkat literasi akan mengalami peningkatan signifikan, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat.


Komentar