Media Pendidikan – 27 Juni 2026 | Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi Putro menjelaskan bahwa kenaikan harga suku cadang dan oli motor disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan ketersediaan material. “Iya pasti menyesuaikan. Karena pasti ada dua hal yang berpengaruh besar yakni nilai tukar dan ketersediaan material, dua hal ini yang memicu,” ungkap Octavianus.
Kenaikan harga suku cadang dan oli motor ini telah berdampak pada bengkel umum dan bengkel resmi Honda. Menurut Service Advisor Wahana Honda Margo Mulyo Megah, Ahmad, harga oli di bengkel resmi Honda telah naik sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 13 ribu. Sementara itu, bengkel umum juga mengalami kenaikan harga oli, dengan beberapa merek oli seperti Shell dan Deltalube mengalami lonjakan harga.
Octavianus menjelaskan bahwa kenaikan harga suku cadang dan oli motor ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, tetapi juga dipengaruhi oleh krisis di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak. “Pelumas termasuk salah satu yang terdampak lumayan karena kan direct impact akibat terjadinya krisis Timur Tengah itu, kan. Jadi oil base pasti akan terpengaruh,” imbuhnya.
Dalam beberapa kasus, kenaikan harga suku cadang dan oli motor telah mencapai lebih dari 20 persen. Namun, Octavianus menegaskan bahwa kebanyakan harga produk komponen tersebut tetap dijaga agar tidak melebihi angka tersebut. “Beragam, kita bertahan supaya kembali yang tadi, tidak semuanya kita boleh pass on ke konsumen. Karena enggak fair juga, beberapa bisa naik lebih dari 20 persen, tetapi mostly di bawah itu,” tandasnya.


Komentar