Nasional
Beranda » Berita » aespa Terpesona Kuliner Indonesia: Nasi Padang dan Martabak Jadi Pilihan Saat Konser di Jakarta

aespa Terpesona Kuliner Indonesia: Nasi Padang dan Martabak Jadi Pilihan Saat Konser di Jakarta

aespa Terpesona Kuliner Indonesia: Nasi Padang dan Martabak Jadi Pilihan Saat Konser di Jakarta
aespa Terpesona Kuliner Indonesia: Nasi Padang dan Martabak Jadi Pilihan Saat Konser di Jakarta

Media Pendidikan – 05 April 2026 | Grup K‑pop fenomenal aes aespa kembali mencuri perhatian publik, bukan hanya karena penampilan panggung yang memukau, melainkan karena rasa ingin tahu mereka terhadap kuliner Nusantara. Pada Sabtu, 4 April 2026, keempat anggota grup – Karina, Winter, Ningning, dan Giselle – tiba di Jakarta untuk menggelar konser solo pertama mereka di Indonesia. Sesaat setelah mendarat, mereka langsung mengajukan permintaan khusus kepada tim manajemen: rekomendasi makanan tradisional yang wajib dicoba selama kunjungan.

Keingintahuan tersebut tidak muncul begitu saja. Selama tur Asia, aespa kerap menyoroti budaya lokal melalui media sosial, menampilkan diri mereka mencicipi hidangan khas Jepang, Thailand, dan Malaysia. Kali ini, mereka menargetkan dua ikon kuliner Indonesia: Nasi Padang dan martabak. Kedua makanan tersebut mewakili keberagaman rasa, teknik memasak, serta tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas gastronomi tanah air.

Baca juga:

Nasi Padang, yang berasal dari Sumatra Barat, dikenal dengan cara penyajiannya yang unik – sejumlah lauk pauk berwarna-warni diletakkan di atas nampan, kemudian pelanggan memilih sesuai selera. Setiap hidangan, mulai dari rendang daging sapi yang empuk hingga gulai ikan yang berkuah santan kental, menonjolkan kombinasi rempah-rempah aromatik seperti cabai, lengkuas, dan daun salam. Bagi aespa, rasa gurih, pedas, dan manis yang seimbang dalam satu suapan menawarkan pengalaman sensorik yang berbeda dari makanan cepat saji yang biasanya mereka temui di panggung internasional.

Sementara itu, martabak menjadi simbol kelezatan jalanan yang tak lekang oleh waktu. Terdapat dua varian utama: martabak manis, berisi cokelat, keju, kacang, atau selai buah, serta martabak telur, yang menggabungkan adonan tipis, telur, daging cincang, dan sayuran. Kedua versi tersebut biasanya dipanggang di atas wajan datar hingga berwarna keemasan, menghasilkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Anggota aespa, yang sebelumnya belum pernah mencicipi martabak, mengungkapkan antusiasme tinggi untuk mencicipi rasa manis karamel atau gurih telur yang melimpah.

Manajer artis, yang mengatur itinerary konser, menjelaskan bahwa penambahan sesi kuliner ke dalam jadwal bukan sekadar hiburan, melainkan strategi membangun kedekatan dengan penggemar Indonesia. “Kami ingin anggota aespa merasakan semangat Indonesia melalui makanan. Kuliner adalah jendela budaya, dan dengan mencicipi Nasi Padang serta martabak, mereka dapat mengapresiasi keragaman yang ada,” ujar manajer tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca juga:

Penggemar K‑pop di Indonesia menyambut baik rencana tersebut. Media sosial dipenuhi dengan harapan dan saran restoran yang dianggap paling otentik. Beberapa akun lokal bahkan menyusun daftar rekomendasi tempat Nasi Padang legendaris di Padang, Jakarta, dan Surabaya, serta warung martabak yang terkenal dengan rasa tradisional. Tak sedikit pula yang menyiapkan hadiah berupa voucher makanan, berharap dapat berkesempatan menyajikan hidangan tersebut langsung kepada para anggota grup.

Di sisi lain, industri kuliner Indonesia melihat peluang besar. Restoran yang dipilih menjadi sorotan media, meningkatkan eksposur tidak hanya di kalangan penggemar K‑pop, tetapi juga turis asing yang tertarik dengan kombinasi musik pop global dan cita rasa lokal. Beberapa restoran bahkan menyiapkan menu khusus edisi terbatas bertema aespa, menggabungkan elemen visual grup dengan presentasi makanan yang menarik.

Konser yang dijadwalkan di Istora Senayan ini diperkirakan akan menarik lebih dari 15.000 penonton, menggabungkan fans setia aespa, pecinta musik internasional, serta penikmat kuliner. Penonton diprediksi akan menantikan momen di mana anggota grup menyapa panggung sambil membawa piring nasi Padang atau martabak, menciptakan momen foto yang viral dan mengikat emosional antara artis dan publik.

Baca juga:

Para anggota aespa sendiri memberikan komentar singkat tentang antisipasi mereka. Karina mengungkapkan, “Saya selalu penasaran dengan rasa pedas yang khas di Indonesia, terutama rendang. Saya harap bisa merasakannya langsung di sana.” Winter menambahkan, “Martabak telur tampak menggiurkan, saya ingin mencobanya karena banyak teman di Korea yang merekomendasikannya.” Ningning dan Giselle pun tidak kalah semangat, dengan Ningning menyebut martabak manis sebagai “dessert impian” dan Giselle menantikan kelezatan gulai ikan dalam Nasi Padang.

Secara keseluruhan, kunjungan aespa ke Jakarta tidak sekadar menjadi agenda konser musik, melainkan sebuah pertukaran budaya yang menghubungkan dua dunia melalui rasa. Dari rasa pedas dan gurih Nasi Padang hingga manisnya martabak, setiap suapan diharapkan dapat memperkaya pengalaman pribadi para artis sekaligus menumbuhkan apresiasi lebih dalam dari masyarakat Indonesia terhadap budaya pop global.

Dengan semangat kuliner yang mengalir di antara sorotan lampu panggung, aespa memperlihatkan bahwa musik dapat menjadi jembatan lintas budaya, dan makanan menjadi bahasa universal yang menyatukan hati. Penutupnya, harapan semua pihak adalah agar kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan konser berkesan, tetapi juga menumbuhkan dialog rasa yang terus berlanjut di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *