Gaya Hidup
Beranda » Berita » Terungkap: Sidang Cerai Jadi Titik Terendah Tasya Farasya, Pilihan Baju Kuning Simbol Akhir 14 Tahun

Terungkap: Sidang Cerai Jadi Titik Terendah Tasya Farasya, Pilihan Baju Kuning Simbol Akhir 14 Tahun

Terungkap: Sidang Cerai Jadi Titik Terendah Tasya Farasya, Pilihan Baju Kuning Simbol Akhir 14 Tahun
Terungkap: Sidang Cerai Jadi Titik Terendah Tasya Farasya, Pilihan Baju Kuning Simbol Akhir 14 Tahun

Media Pendidikan – 02 April 2026 | Jakarta, 1 April 2026 – Keluarga selebriti Tasya Farasya kembali menjadi sorotan publik setelah sang kreator konten mengungkap detail emosional yang melanda dirinya selama proses perceraian dengan Ahmad Assegaf. Dalam rangkaian wawancara dan pernyataan yang dirilis secara terbuka, Tasya menjelaskan bahwa sidang perceraian menjadi titik terendah dalam hidupnya, sekaligus menguraikan alasan di balik pemilihan busana berwarna kuning pada hari tersebut.

Perjalanan pernikahan Tasya dan Ahmad dimulai pada 18 Februari 2018. Selama 14 tahun mereka membangun rumah tangga, pasangan ini dikaruniai dua orang anak, termasuk putri sulung bernama Maryam. Namun, hubungan itu berakhir pada November 2025 ketika Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan mengabulkan gugatan cerai yang diajukan oleh Tasya pada 12 November 2025. Sidang perceraian perdananya digelar pada September 2025, menjelang proses hukum berlanjut.

Baca juga:

Menurut Tasya, hari sidang perceraian merupakan “the worst day” dalam karier dan kehidupan pribadinya. Ia menggambarkan pagi itu dipenuhi ketegangan emosional yang luar biasa, sementara pada malam harinya ia harus tetap tampil di acara anniversary merek pribadi, dan keesokan harinya melanjutkan jadwal kerja ke Dubai untuk pertemuan dengan Huda Beauty. “Paginya sidang, malamnya anniversary brand aku, habis itu aku langsung berangkat ke Dubai buat ketemu Huda Beauty dalam satu hari. Malamnya harus tampil cantik seolah nggak ada apa‑apa,” ungkap Tasya dalam sebuah podcast.

Di balik penampilan flawless di depan kamera, Tasya mengakui bahwa kondisi mentalnya pada masa itu berada di ambang kegagalan. Ia mengalami insomnia parah yang dipicu oleh overthinking, sehingga otaknya tidak dapat beristirahat. “Aku stres berat, aku insomnia mendadak, aku nggak bisa tidur sama sekali. Ternyata gelombang yang aku butuhin buat tidur itu nyaris nggak ada, sedangkan gelombang yang berpikir itu terlalu banyak,” kata Tasya, menambahkan bahwa ia harus menjalani tes gelombang otak untuk mengidentifikasi gangguan tidur tersebut.

Tekanan emosional tidak hanya dirasakan oleh Tasya, tetapi juga oleh anak‑anaknya. Maryam, putri sulungnya, menunjukkan empati yang tinggi dengan hampir menahan diri untuk menyebut nama ayahnya di depan ibunya karena takut menambah beban kesedihan sang ibu. Situasi ini mendorong Tasya untuk segera berkonsultasi dengan psikolog anak, memastikan bahwa kesejahteraan emosional buah hatinya tetap terjaga meskipun orang tuanya berpisah.

Menjawab pertanyaan mengapa ia memilih baju berwarna kuning pada sidang, Tasya mengungkapkan proses kreatif di balik keputusan fashion tersebut. Pada awalnya ia telah menyiapkan setelan berwarna abu‑abu, yang ia harapkan dapat memberikan kesan “ala‑ala dress drakor.” Namun, pada malam sebelum sidang, ia teringat kembali perjalanan hidupnya bersama Ahmad – dari pernikahan tujuh hari tujuh malam, pacaran selama tujuh tahun, hingga pertengkaran yang berulang selama tujuh jam sebelum akhirnya memutuskan perceraian.

Baca juga:

“Aku kayak ‘nikah pakai baju warna kuning.’ Kayak ‘kita awali dengan kuning, kita akiri dengan kuning,’” jelas Tasya. Ia kemudian memutuskan untuk mengganti pilihan busana menjadi kuning sebagai simbol penutup perjalanan panjang selama 14 tahun. Warna tersebut, bagi Tasya, menjadi penanda bahwa segala sesuatu memiliki titik awal dan akhir, sekaligus mencerminkan keberanian untuk melangkah maju meski berada di tengah badai emosional.

Setelah sidang selesai, Tasya menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga hubungan baik dengan mantan suaminya demi kepentingan anak‑anak. “Hubungan antara aku sama dia yang penting enggak terkena imbasnya. Kita tetap jaga hubungan baik. Bisa bertemu dengan anaknya, anak‑anak bisa berhubungan baik dengan ayahnya,” ucapnya, menegaskan bahwa komunikasi antara orang tua tetap terjaga agar tidak berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak.

Pengakuan Tasya tentang kondisi mentalnya, termasuk insomnia dan kebutuhan terapi gelombang otak, menambah kesadaran publik akan pentingnya perawatan kesehatan mental, terutama bagi figur publik yang seringkali dipaksa tampil sempurna di mata publik. Ia juga menekankan pentingnya dukungan profesional, baik bagi dirinya maupun anak‑anaknya, melalui konsultasi dengan psikolog anak.

Keputusan untuk tetap menjalankan aktivitas profesional pada hari yang sama dengan sidang perceraian menegaskan tingkat profesionalisme Tasya. Meskipun berada pada titik terendah, ia tetap hadir di acara anniversary merek pribadi pada malam harinya, kemudian melanjutkan perjalanan bisnis ke luar negeri. Sikap ini menjadi contoh kuat bahwa tekanan emosional tidak selalu menghalangi komitmen kerja, namun tetap membutuhkan keseimbangan yang hati‑hati.

Baca juga:

Kasus Tasya Farasya memberikan gambaran nyata tentang dinamika perceraian yang melibatkan figur publik: proses hukum, tekanan mental, dampak pada anak, serta cara mengelola citra publik melalui pilihan fashion. Dengan mengungkapkan kisahnya secara terbuka, Tasya tidak hanya membuka ruang diskusi tentang kesehatan mental, tetapi juga menunjukkan bagaimana simbol warna dapat menjadi medium ekspresi pribadi dalam momen-momen kritis.

Secara keseluruhan, perjalanan Tasya Farasya dari titik terendah sidang perceraian hingga kemampuan untuk tetap profesional dan melanjutkan agenda bisnis mencerminkan ketangguhan pribadi yang dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mengalami situasi serupa. Pengalaman ini sekaligus mengingatkan bahwa dukungan psikologis dan komunikasi keluarga tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan hidup yang signifikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *