Media Pendidikan – 03 Juli 2026 | Selain memproduksi minyak sawit, Kalimantan Timur juga memiliki potensi besar dalam menghasilkan etanol bio dari tangkai gula merah. Berdasarkan data yang dikumpulkan, pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengintensifkan upaya untuk mengoptimalkan penggunaan produk hutan bukan kayu (PHBK) di wilayah tersebut.
Tangkai gula merah merupakan salah satu jenis PHBK yang paling potensial untuk diolah menjadi etanol bio. Menurut Dr. Rudi, seorang ahli bioteknologi dari Universitas Mulawarman, etanol bio dapat diproduksi dari tangkai gula merah dengan menggunakan teknologi fermentasi.
“Tangkai gula merah memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, sehingga dapat diolah menjadi etanol bio dengan mudah,” kata Dr. Rudi dalam wawancara dengan Antara News.
Setiap tahunnya, Indonesia mengimpor sekitar 1,5 juta kilogram etanol dari luar negeri. Namun, dengan potensi yang ada, Kalimantan Timur dapat menjadi sumber etanol bio yang tangguh dan berkelanjutan.
Mengutip data dari Badan Pengelola Harta Karun Alam (BPHKA), produksi gula merah di Kalimantan Timur mencapai 1,2 juta ton pada tahun 2022. Dengan demikian, potensi etanol bio yang dapat dihasilkan dari tangkai gula merah sangat besar.
“Kami berharap bahwa dengan potensi yang ada, Kalimantan Timur dapat menjadi salah satu sumber etanol bio terbesar di Indonesia,” kata Bupati Kutai Kartanegara, H. Sugiono.


Komentar