Media Pendidikan – 16 Juni 2026 | Setiap kali ribuan pekerja kehilangan pekerjaan, respons negara hampir selalu sama dan repetitif. Pemerintah cenderung memperbesar bantalan perlindungan sosial, mempercepat pencairan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), atau mempermudah klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Kebijakan tersebut memang krusial sebagai jaring pengaman instan. Namun, pendekatan ini hanya bekerja sebagai pemadam kebakaran setelah krisis terjadi. Negara seolah lebih siap membiayai konsekuensi dari pengangguran ketimbang mengarsiteki lapangan kerja baru yang dapat mencegahnya.
Tekanan terhadap sektor industri dan manufaktur belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sepanjang semester pertama, gelombang pemutusan hubungan kerja masih menjadi momok menakutkan bagi stabilitas ketenagakerjaan nasional. Kondisi ini diperparah oleh kian menyempitnya kemampuan pasar kerja formal dalam menyerap angkatan kerja baru, membuat surplus tenaga kerja kian menumpuk di sektor informal yang minim perlindungan.
Ironi fiskal pun tidak dapat dihindari ketika melihat beban yang harus ditanggung oleh lembaga penjamin sosial. Anggaran publik dan dana jaminan sosial kian terkuras habis untuk membiayai dampak pengangguran, bukan untuk membangun fondasi penciptaan lapangan kerja baru. Peningkatan klaim jaminan sosial ini menjadi indikator nyata bahwa pasar tenaga kerja kita sedang mengalami guncangan hebat yang tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan skema kompensasi.
Paradigma pasif seperti ini sudah selayaknya dievaluasi secara radikal. Pemerintah harus memahami bahwa efektivitas anggaran negara tidak boleh lagi diukur dari seberapa besar dana yang dihabiskan, melainkan dari berapa banyak lapangan kerja yang berhasil diselamatkan dan diciptakan untuk masa depan bangsa.
Saat ini, pemerintah harus memilih antara membiayai konsekuensi dari pengangguran atau menciptakan lapangan kerja baru. Jika pemerintah bersikukuh mengandalkan model pembangunan konvensional yang bertumpu pada industri padat modal tanpa kompensasi sektor padat karya, maka paradoks berupa ekonomi tumbuh tetapi pengangguran bertambah akan menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi.


Komentar