Gaya Hidup
Beranda » Berita » Matinya Empati di Tengah Maraknya Perundungan

Matinya Empati di Tengah Maraknya Perundungan

Matinya Empati di Tengah Maraknya Perundungan
Matinya Empati di Tengah Maraknya Perundungan

Media Pendidikan – 16 Juni 2026 | Perundungan adalah masalah sosial yang serius, khususnya di kalangan anak dan remaja. Mereka yang dianggap berbeda karena kondisi fisik, latar belakang ekonomi, kemampuan akademik, suku, gaya berbicara, atau kepribadiannya lebih rentan menjadi sasaran. Mereka yang pendiam dicap aneh, mereka yang berprestasi dianggap sok pintar, dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik dijadikan bahan tertawaan.

Empati, yang semestinya menjadi fondasi hubungan antarmanusia, perlahan kehilangan tempatnya. Kita terlalu cepat menilai, terlalu mudah menghakimi, dan terlalu sibuk menjadi penonton. Akibatnya, perundungan tumbuh subur dalam lingkungan yang permisif.

Baca juga:

Budaya anonim di internet juga menciptakan ilusi bahwa kata-kata tidak memiliki konsekuensi, padahal korban tetap merasakan sakit yang nyata. Tidak sedikit orang dewasa yang tanpa sadar turut melanggengkan budaya perundungan dengan mengatakan kalimat-kalimat seperti "namanya juga anak-anak", "biar kuat mentalnya", atau "jangan terlalu baper".

Baca juga:

Kita harus menyadari bahwa empati tidak hanya tentang merasa kasihan kepada orang lain, tetapi juga tentang kesediaan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain dan menjadikan pemahaman tersebut sebagai dasar untuk bertindak secara manusiawi. Kita harus lebih mudah mendengarkan dan memahami, bukan hanya menghakimi.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *