Media Pendidikan – 13 Juni 2026 | Pasar minyak global saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat kritis. Stok minyak di Cushing, Oklahoma, yang merupakan pusat penyimpanan minyak terbesar di Amerika Serikat, telah menipis secara signifikan. Menurut data US Energy Information Administration, persediaan minyak di Cushing saat ini hanya 21,6 juta barel, yang sangat dekat dengan titik tekanan operasional.
Ketika cadangan Cushing turun di bawah 20 juta barel, fasilitas itu secara efektif dianggap hampir kosong karena yang tersisa sebagian besar berupa endapan yang sulit digunakan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pasokan minyak dan bahan bakar, sehingga harga minyak dan gas dapat melonjak.
CEO American Petroleum Institute Mike Sommers mengatakan, “Kami mulai membunyikan alarm sekarang. Kami mulai mencapai level yang membuat kami khawatir.” Wakil Presiden Senior ExxonMobil Neil Chapman juga menyatakan bahwa persediaan yang sangat rendah kemungkinan akan mendorong harga naik dalam beberapa pekan ke depan.
Data menunjukkan bahwa stok diesel AS baru-baru ini turun ke level terendah sejak 2003, dan persediaan bensin juga menurun sekitar 5 persen dibanding tahun lalu. Fasilitas penyimpanan minyak komersial lain di luar Cushing juga terkuras cepat, mencapai 7,2 juta barel hanya dalam sepekan.
Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics, David Oxley, memperkirakan bahwa harga minyak berpotensi naik melewati USD 90 dan bergerak menuju USD 140 hingga USD 160 per barel dalam beberapa bulan ke depan. Harga bensin juga bisa melampaui USD 5 per galon jika Selat Hormuz tidak kembali beroperasi penuh.


Komentar