Media Pendidikan – 13 Juni 2026 | Dalam beberapa dekade terakhir, generasi baby boomer dan generasi alpha telah tumbuh dan berkembang dalam situasi dan teknologi yang berbeda. Generasi baby boomer lahir di rentang tahun 1946-1964, sementara generasi alpha lahir di rentang tahun 2010-2014. Mereka memiliki gaya hidup, nilai, dan cara berkomunikasi yang berbeda.
Generasi baby boomer tumbuh dalam era setelah perang, ketika mesin ketik masih merupakan sesuatu yang dianggap mewah. Mereka sangat menghargai pengalaman dan proses yang panjang. Bayangkan saja, untuk mendapatkan informasi, mereka harus berusaha keras untuk mengakses buku melalui perpustakaan atau mendapatkan informasi melalui surat kabar yang membutuhkan waktu untuk pengiriman setelah dicetak.
Generasi alpha, di sisi lain, lahir dalam era digital yang sangat maju. Mereka sejak lahir sudah akrab dengan teknologi, internet, smartphone, dan kecerdasan buatan. Mereka memiliki gaya hidup yang serba instan dan lebih menghargai kecepatan dan fleksibilitas.
Tidak berarti kedua generasi ini akan selamanya terpisah oleh pemahaman dan sudut pandang masing-masing. Bagi generasi baby boomer yang sangat menghargai proses, mungkin mereka bisa dipertimbangkan bahwa ini sebenarnya adalah proses yang harus dijalani oleh generasi alpha sesuai dengan kondisi dan situasi saat ini.
Sejatinya, kedua generasi ini sama-sama butuh belajar tentang proses dan disiplin, hanya bentuknya yang berbeda. Generasi alpha perlu diajarkan untuk menjaga keseimbangan hidup, bahwa kehidupan nyata juga sama pentingnya, tidak hanya dunia maya saja.
Jembatan antara kedua generasi ini adalah pengalaman yang dimiliki oleh baby boomer. Mereka bisa berbagi dengan generasi alpha bahwa hidup tidak semata-mata terbatas pada layar smartphone. Dengan bahasa yang disesuaikan, mereka bisa menjalin komunikasi yang lebih baik dan memahami sudut pandang masing-masing.


Komentar