Media Pendidikan – 02 Juni 2026 | Tradisi Unan-Unan Suku Tengger merupakan ritual adat yang digelar setiap lima tahun sekali oleh masyarakat Tengger di kawasan Gunung Bromo. Ritual ini menyimpan lapisan makna yang dalam dan bukan sekadar pesta rakyat atau upacara adat biasa.
Unan-Unan adalah cerminan bagaimana masyarakat Tengger memandang alam, waktu, kehidupan, bahkan toleransi beragama. Mereka memiliki filosofi yang unik tentang makna nama ‘Unan-Unan’ yang berasal dari bahasa Tengger kuno yang berarti ‘menetapkan bulan dan tahun’.
Masyarakat Tengger meyakini bahwa dalam kurun waktu 5 tahun, telah terjadi akumulasi ketidakselarasan antara hitungan manusia dengan alam, serta ‘kotoran’ spiritual. Oleh karena itu, mereka melakukan ritual pembersihan total setiap 5 tahun sekali.
Bulan ke-13 dalam kalender Tengger, yang disebut Bulan Dhesta, memiliki filosofi yang unik. Mereka memandang bulan ini sebagai waktu sakral yang penuh bahaya dan gangguan makhluk halus. Oleh karena itu, mereka melakukan pembersihan spiritual massal pada bulan ini.
Tradisi Unan-Unan Suku Tengger adalah contoh nyata bagaimana masyarakat tradisional di Indonesia menjaga warisan leluhurnya dengan tetap relevan dengan kehidupan modern.
Dengan demikian, kita dapat belajar dari filosofi dan makna di balik tradisi Unan-Unan Suku Tengger.


Komentar