Media Pendidikan – 30 Mei 2026 | Roket Blue Origin meledak saat menjalani uji coba di Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (28/5) waktu setempat. Insiden ini disebut mengancam rencana NASA untuk membangun pangkalan di Bulan dan mengembalikan manusia ke satelit alami Bumi dalam dua tahun ke depan.
Ilustrasi Roket Blue Origin. Foto: Blue Origin/via REUTERS
Roket New Glenn milik perusahaan Blue Origin yang didirikan Jeff Bezos dikabarkan meledak saat menjalani uji coba di Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (28/5) waktu setempat. Insiden ini disebut mengancam rencana NASA untuk membangun pangkalan di Bulan dan mengembalikan manusia ke satelit alami Bumi dalam dua tahun ke depan.
Insiden ini terjadi saat uji mesin statis (hotfire test) yang dijadwalkan pada pukul 21.00 (28/5) waktu setempat. Cahaya jingga dari ledakan bahkan terlihat hingga Fort Pierce, sekitar 185 kilometer di selatan lokasi kejadian.
New Glenn merupakan jenis roket yang direncanakan Blue Origin untuk mengirim wahana pendarat ke Bulan bagi NASA, termasuk wahana yang nantinya akan membawa astronaut ke permukaan Bulan.
Jeff Bezos, pendiri Blue Origin, menyatakan seluruh karyawan perusahaannya dalam keadaan selamat dan tidak mengalami cedera. Namun, ia mengakui insiden tersebut menjadi pukulan berat bagi perusahaan.
“Masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab pastinya, tetapi kami sudah mulai melakukan investigasi. Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang. Semua ini sepadan,” tulis Bezos melalui media sosial sebagaimana dikutip The Guardian.
Pada Selasa (26/5) lalu, NASA mengumumkan bahwa Blue Origin memenangkan kontrak untuk meluncurkan misi pertama dari tiga misi yang direncanakan tahun ini guna memulai pembangunan pangkalan Bulan senilai 20 miliar dolar AS.
Blue Origin juga tengah bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk untuk menyediakan wahana pendarat bagi misi Artemis IV yang dijadwalkan pada 2028. Misi tersebut akan menjadi pendaratan manusia pertama di Bulan sejak tahun 1972.
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan lembaganya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jadwal program setelah insiden ledakan yang oleh Blue Origin disebut sebagai anomali.
“Penerbangan luar angkasa tidak mengenal toleransi terhadap kesalahan, dan pengembangan roket pengangkut berat generasi baru adalah pekerjaan yang sangat sulit,” tulis Isaacman di platform X.
Ia menambahkan NASA akan bekerja sama dengan para mitra untuk mendukung investigasi menyeluruh, menilai dampak jangka pendek terhadap misi, serta memastikan program peluncuran dapat kembali berjalan.
Kompleks Peluncuran 36 di Cape Canaveral Space Force Station memang dapat terlihat dari area pantai, sehingga foto-foto bola api berwarna jingga dengan cepat menyebar di internet.


Komentar