Media Pendidikan – 20 Mei 2026 | Viral sebuah Threads yang diunggah Erwin Setiawan, pemilik akun @anakpanganindonesia Senin (20/5) mengenai ikan sarden kalengan bukan ultra process food (UPF).
Threads-nya tersebut memancing diskusi baru antar warganet, tak sedikit yang merasa lega dengan tulisannya tersebut.
"Sebagai orang Teknologi Pangan, mau kasih tau kalau ikan sarden (ikan kaleng) bukan ultra process food. Jadi cocok buat stock makaan kamu," bunyi tulis Erwin.
Salah seorang warga Threads turut membalas dengan menyematkan foto komposisi bahan makanan dalam sebuah ikan sarden kaleng.
"Benar, komposisinya adalah apa yang sehari-hari ada di dapur kita," ujar pemilik akun @litaelyn.
Memang tertulis dalam foto makanan kaleng tersebut, kompisisnya; ikan sarden 51%, saus cabai 41% (mengandung penguat rasa mononatrium glutamat), gula, bawang putih 2%, bawang bombay 1%, garam, dan cabai rawit 1%.
Kemudian, tertera pula bahwa makanan tersebut tanpa pengawet, tanpa pewarna sintetik, dan tanpa pemanis buatan.
Ilustrasi sarden saus Padang. Foto: Shutterstock
Sementara itu, pemilik akun lain @pertautama menambahkan, "Sebagai pemilik perusahaan yang supply juga ke canning, saya sepakat. Dan buat para pejuang protein untuk otot, menurunkan BB dan lain-lain. Ikan laut seperti sarden, kembung dan lain-lain punya ratio protein/gr yang sangat-sangat tinggi & affordable looh…Salam."
"Saya berpandangan bahwa istilah 'ultra-processed food' atau UPF sebaiknya tidak digunakan secara sembarangan, karena istilah ini tidak cukup akurat dan mudah menimbulkan salah paham," jelasnya kepada kumparan.
Purwiyatno menambahkan bahwa hal pertama yang menjadi miskonsepsi soal UPF adalah definisi yang tidak jelas.
"Kedua —dan ini yang lebih bermasalah— begitu suatu pangan diberi label tersebut, pangan itu sering serta-merta dipersepsikan sebagai pangan yang tidak menyehatkan secara intrinsik. Padahal, penilaian dampak kesehatan suatu pangan tidak dapat dilakukan hanya dengan memberi label kategori," lanjutnya.
Setiap makanan yang kita konsumsi memiliki kelebihan dan kekurangan.
Untuk sarden kaleng, komposisinya dapat memberikan asupan protein baik, asam lemak omega-3, serta beberapa vitamin dan mineral.
Padahal, umumnya, ikan sarden kaleng juga dipadukan dengan bahan tambahan lain yang bisa saja membuatnya menjadi tinggi kandungan garam, gula, dan lemak.
Purwiyatno menegaskan bahwa agar sarden kalengan ini bisa menjadi sumber makanan yang sehat, harus dikonsumsikan dalam porsi dan frekuensi konsumsi yang wajar.


Komentar