Nasional
Beranda » Berita » Anak Perempuan Tewas Diduga Ditembak OPM, TNI Buru Pelaku di Papua

Anak Perempuan Tewas Diduga Ditembak OPM, TNI Buru Pelaku di Papua

Anak Perempuan Tewas Diduga Ditembak OPM, TNI Buru Pelaku di Papua
Anak Perempuan Tewas Diduga Ditembak OPM, TNI Buru Pelaku di Papua

Media Pendidikan – 10 Mei 2026 | Seorang anak perempuan berusia 12-15 tahun tewas akibat luka tembak di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Kamis (7/5). Menurut keterangan Pusat Penerangan TNI, korban ditembak oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Guspi Waker yang menyerang Camp Wini Kalikuluk MP 69.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Pusat Penerangan TNI, korban ditembak kelompok OPM pimpinan Guspi Waker yang menyerang Camp Wini Kalikuluk MP 69. "Dalam aksi tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 12–15 tahun meninggal dunia akibat luka tembak," ujar Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Baca juga:

Selain itu, satu warga juga mengalami luka tembak di bagian betis kiri dan masih menjalani perawatan medis. Usai insiden, sejumlah warga dilaporkan mengungsi meninggalkan camp ke lokasi yang lebih aman. "Demi menyelamatkan keluarga mereka dari ancaman kelompok bersenjata," lanjutnya.

Baca juga:

Sebelum kejadian, personel Satgas TNI yang bertugas telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai. Tak berselang lama, terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi Satgas TNI di sekitar pemukiman warga. "Situasi mencekam pun terjadi di tengah masyarakat sipil yang sedang beraktivitas bersama keluarga mereka," ucapnya.

Baca juga:

Saat ini, Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan dan pendalaman terkait insiden tersebut. Selain itu, TNI juga meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya. "TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi masyarakat Papua dari segala bentuk ancaman kekerasan, dengan mengedepankan tindakan yang cepat, terukur, profesional, dan sesuai prosedur, demi memastikan seluruh masyarakat dapat hidup aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *