Media Pendidikan – 10 Mei 2026 | Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mendesak pengusutan tuntas sindikat joki UTBK di Surabaya. Kasus ini dinilai mengancam integritas seleksi perguruan tinggi negeri.
Reni mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya membongkar jaringan joki UTBK terorganisasi. Ia menilai praktik tersebut merusak kejujuran dalam sistem seleksi pendidikan tinggi.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas Polrestabes Surabaya,” kata Reni. Ia meminta kasus itu diusut tuntas demi menjaga kepercayaan publik terhadap seleksi PTN.
Reni juga mendukung panitia SNBT yang memperkuat pengawasan pelaksanaan UTBK tahun ini. Menurutnya, kemampuan mendeteksi peserta curang menunjukkan peningkatan sistem pengamanan.
Kasus tersebut terungkap dari kecurigaan pengawas UTBK di Universitas Negeri Surabaya terhadap peserta berinisial HR. Foto administrasi peserta dinilai mirip data lama dengan identitas berbeda.
Polisi kemudian menemukan dugaan jaringan joki yang beroperasi selama bertahun-tahun di Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan menyebut sindikat bekerja secara terstruktur dan rapi.
“Jaringan ini bekerja secara terstruktur dengan kendali koordinator utama,” ujar Luthfie. Polisi menyebut setiap pelaku memiliki pembagian tugas berbeda dalam praktik tersebut.
Tarif jasa joki mencapai Rp700 juta untuk jurusan bergengsi di PTN favorit. Fakultas Kedokteran disebut menjadi tujuan utama peserta yang memakai jasa ilegal tersebut.
Polisi telah mengamankan 14 tersangka dalam kasus sindikat joki UTBK tersebut. Dua orang yang diduga menjadi aktor utama masih diburu aparat kepolisian.


Komentar