Media Pendidikan – 08 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Subang – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan pabrik kawat baja senilai Rp300 miliar di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Fasilitas produksi baru tersebut berfungsi strategis untuk menekan ketergantungan terhadap produk impor logam nasional.
Fasilitas produksi yang baru ini memiliki rencana kapasitas produksi sebesar 36.000 ton kawat setiap tahunnya. Perusahaan akan menghasilkan jenis kawat lapis maupun kawat tanpa pelapis untuk berbagai kebutuhan industri.
Sebanyak 40 persen dari total produksi tersebut dialokasikan untuk diekspor ke pasar global. Target pengiriman mencakup wilayah Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa, hingga benua Australia.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mewakili Menteri Perindustrian meresmikan operasional PT Beka Wire Indonesia. Pemerintah mengapresiasi penambahan fasilitas produksi kawat besi galvanis guna memperkuat struktur industri dalam negeri.
"Semoga dengan berdirinya pabrik ini dapat menambah kemandirian industri besi baja nasional, khususnya pada produk kawat. Serta dapat memperdalam struktur industri penggunanya seperti pada sektor industri lainnya, otomotif, pertanian, energi dan konstruksi," ujar Faisol.
Investasi tahap awal pabrik ini tercatat mencapai angka Rp300 miliar bagi ekonomi daerah Subang. Nilai modal tersebut memiliki potensi untuk terus meningkat hingga menyentuh total Rp500 miliar.


Komentar