Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Pramono Siapkan Tiga Skema Pengolahan Sampah untuk Atasi Emisi Metana di Bantargebang, Bekasi

Pramono Siapkan Tiga Skema Pengolahan Sampah untuk Atasi Emisi Metana di Bantargebang, Bekasi

Pramono Siapkan Tiga Skema Pengolahan Sampah untuk Atasi Emisi Metana di Bantargebang, Bekasi
Pramono Siapkan Tiga Skema Pengolahan Sampah untuk Atasi Emisi Metana di Bantargebang, Bekasi

Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang, Kota Bekasi, kini menjadi sorotan nasional setelah sebuah riset dari Emmett Institute, Fakultas Hukum University of California, Los Angeles (UCLA) mengidentifikasi kawasan tersebut sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia pada tahun 2025. Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Pramono, mengumumkan persiapan tiga skema pengolahan sampah yang lebih optimal untuk menurunkan tingkat emisi.

Riset UCLA menegaskan bahwa volume metana yang dilepaskan dari TPST Bantargebang mencapai angka yang mengkhawatirkan, mengingat metana memiliki potensi pemanasan global sekitar 28 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu 100 tahun. “TPST Bantargebang di Kota Bekasi disebut sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia sepanjang 2025,” ujar laporan Emmett Institute, menambah urgensi tindakan segera.

Baca juga:

Pramono menjelaskan bahwa tiga skema yang sedang dirancang meliputi peningkatan proses pemadatan sampah, penerapan teknologi penangkap metana untuk dimanfaatkan sebagai energi, serta pengembangan fasilitas pemrosesan organik yang dapat menghasilkan kompos berkualitas. Ia menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola TPS, hingga masyarakat sekitar.

Data resmi Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa pada 2024, volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai 3,2 juta ton, dengan proporsi organik sekitar 60 persen. Jika tidak ditangani, estimasi emisi metana dapat mencapai 1,4 juta ton CO₂e per tahun. Dengan skema baru, diproyeksikan penurunan emisi dapat mencapai hingga 45 persen dalam lima tahun pertama pelaksanaan.

Baca juga:

Selain upaya teknis, Pramono juga menyoroti pentingnya edukasi publik mengenai pemilahan sampah di sumber. “Kami mengajak warga untuk aktif berpartisipasi dalam program pemilahan, karena langkah kecil di rumah dapat berdampak besar pada pengurangan metana,” katanya. Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana meluncurkan kampanye penyuluhan serta penyediaan fasilitas pemilahan di tiap kelurahan mulai kuartal berikutnya.

Dengan implementasi tiga skema tersebut, diharapkan TPST Bantargebang tidak hanya menurunkan emisi metana, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui pemanfaatan energi terbarukan dan produk organik. Pemerintah kota Bekasi berjanji akan memantau progres secara berkala dan melaporkan hasilnya kepada publik serta lembaga internasional yang terlibat.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *