Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Jakarta, 5 Mei 2026 – Di tengah percepatan adopsi PC berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diproyeksikan menembus 50% pangsa pasar global pada tahun ini, ASUS memperkuat posisinya dengan meluncurkan ExpertBook Ultra, laptop bisnis yang dirancang khusus untuk beban kerja AI on‑device.
Transisi ini juga dipercepat oleh akhir dukungan Windows 10 pada Oktober 2025, memaksa banyak organisasi untuk memperbarui perangkat mereka. Laptop generasi baru kini tidak hanya bersaing dalam hal spesifikasi tradisional, melainkan dalam kemampuan mendukung alur kerja (workflow) berbasis AI.
Spesifikasi yang Menjawab Kebutuhan AI‑First
ExpertBook Ultra dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra X9 generasi ketiga, dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) berkapasitas 50 TOPS—lebih tinggi dari standar minimal 40 TOPS yang ditetapkan oleh Microsoft untuk perangkat Copilot+. RAM 16 GB dan SSD berkecepatan tinggi memastikan proses AI berjalan mulus tanpa mengandalkan cloud. Layar 14 inci 3K Tandem OLED dengan kecerahan puncak 1.400 nits dan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus memberikan visual yang tajam untuk presentasi dan pekerjaan detail.
Dari sisi fisik, bodi magnesium‑aluminium CNC dengan lapisan Nano Ceramic 9H memberikan ketahanan ekstra, sementara bobot hanya 0,99 kg dan ketebalan 10,9 mm menjaga mobilitas tinggi bagi profesional yang sering bergerak.
Keamanan Tingkat Enterprise
Keamanan menjadi fokus utama pada era data sensitif. ASUS mengintegrasikan standar Secured‑core PC dan modul Microsoft Pluton, yang menyediakan root of trust berbasis hardware untuk melindungi proses boot dan identitas pengguna. Selain itu, firmware mengikuti pedoman NIST SP 800‑193, mencakup pencegahan perubahan tak sah, deteksi anomali, dan pemulihan ke kondisi tepercaya. Implementasi kriptografi post‑quantum seperti ML‑KEM (FIPS 203) dan ML‑DSA (FIPS 204) menyiapkan perangkat untuk tantangan keamanan masa depan.
AI On‑Device untuk Produktivitas
Di atas perangkat keras, ASUS MyExpert menjadi antarmuka natural‑language yang memudahkan transkripsi rapat real‑time, terjemahan dokumen, pencarian file lintas lokal dan cloud, serta pembuatan ringkasan otomatis. Fitur ini mengurangi friksi administratif, mempercepat kolaborasi, dan menurunkan biaya layanan cloud harian.
Pengalaman nyata menunjukkan peningkatan respons rapat hingga 30%, pengurangan waktu penyusunan dokumen hingga 25%, dan penurunan downtime perangkat berkat pemantauan keamanan berbasis firmware. Angka‑angka ini memperkuat argumentasi bahwa pilihan AI PC flagship seperti ExpertBook Ultra kini menjadi keputusan strategis, bukan sekadar preferensi teknologi.
Dengan kombinasi performa AI‑first, desain ultra‑ringan, dan keamanan enterprise‑grade, ASUS ExpertBook Ultra menegaskan posisinya sebagai laptop bisnis utama untuk tahun 2026 dan seterusnya.


Komentar