Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren naik setelah menutup pada Selasa lalu di level 7.057 dengan kenaikan 1,22 persen. Tim analis Phintraco Sekuritas menilai bahwa teknikal indeks berpotensi menguji zona 7.100 hingga 7.150 dalam beberapa sesi ke depan.
Penguatan ini didorong oleh kinerja kuat saham-saham konglomerasi dan perbankan, serta sentimen positif yang muncul dari data ekonomi terbaru. BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mengalami kontraksi 0,77 persen secara kuartalan, namun secara tahunan mencatat percepatan menjadi 5,6 persen, naik dari 5,39 persen pada kuartal IV 2025. “Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan belanja masyarakat di tengah berlanjutnya stimulus pemerintah,” kata salah satu analis Phintraco.
Faktor lain yang memperkuat pasar adalah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa melalui RUPS hingga September 2026 dan menunda implementasi transaksi short selling. “Kebijakan OJK ini diharapkan dapat menjadi faktor positif bagi pergerakan pasar di tengah ketidakpastian yang meningkat,” ujar tim analis.
Di sisi aliran modal asing, Phillip Sekuritas Indonesia mencatat masih terjadi net sell sebesar Rp317,14 miliar pada Selasa kemarin. Saham yang paling banyak dijual oleh investor asing meliputi BMRI, BBCA, ANTM, INCO, dan AADI. Secara kumulatif, aliran keluar modal asing telah mencapai Rp46,49 triliun sejak awal tahun.
Secara keseluruhan, kombinasi antara data ekonomi yang menguat, dukungan kebijakan OJK, serta aliran modal asing yang masih bersifat negatif menciptakan dinamika yang menantang bagi pelaku pasar. Analis memperkirakan bahwa selama sentimen tetap positif dan tidak ada kejutan makroekonomi signifikan, IHSG dapat menembus level 7.100-7.150 dalam waktu dekat.
Para investor disarankan untuk memantau perkembangan data ekonomi lanjutan serta kebijakan regulator, terutama terkait kebijakan buyback dan short selling, yang dapat mempengaruhi likuiditas dan volatilitas pasar. Jika dukungan fundamental tetap kuat, potensi kenaikan lebih lanjut masih terbuka.


Komentar