Nasional
Beranda » Berita » Dwi Hartono Minta Nasihat Kiai Cirebon Usai Pengakuan di Pengadilan BRI

Dwi Hartono Minta Nasihat Kiai Cirebon Usai Pengakuan di Pengadilan BRI

Dwi Hartono Minta Nasihat Kiai Cirebon Usai Pengakuan di Pengadilan BRI
Dwi Hartono Minta Nasihat Kiai Cirebon Usai Pengakuan di Pengadilan BRI

Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Jakarta, 22 Agustus 2025 – Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tersangka pembunuhan Kacab BRI, Dwi Hartono, secara terbuka meminta nasihat spiritual kepada Kiai Cirebon setelah mengaku menyesali aksi penembakan terhadap Ilham Pradipta pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Kasus ini bermula ketika Dwi, seorang warga Surabaya yang dikenal aktif dalam komunitas keagamaan, terlibat konflik pribadi dengan Ilham, kepala cabang BRI di kawasan Cikini. Konflik tersebut memuncak pada sore hari 20 Agustus, ketika Dwi menembakkan pistol ke dalam mobil Ilham di depan kantor BRI, menewaskan korban dalam hitungan menit.

Baca juga:

Setelah penangkapan pada malam yang sama, Dwi menjalani proses investigasi intensif. Pada tanggal 22 Agustus, di depan majelis hakim, ia menyatakan penyesalan yang dalam. “Saya menyesal atas apa yang terjadi. Saya sadar tindakan saya melanggar nilai agama dan hukum negara,” ucap Dwi dengan suara bergetar.

Di sela-sela persidangan, Dwi meminta kesempatan untuk bertemu Kiai Cirebon, tokoh agama terkemuka yang dikenal sering memberikan nasihat kepada masyarakat dalam situasi krisis. Permintaan ini mendapat tanggapan positif dari hakim, yang memerintahkan agar Kiai Cirebon dapat memberikan bimbingan spiritual kepada terdakwa selama proses hukum berlangsung.

Kiai Cirebon, yang tidak disebutkan namanya secara resmi dalam persidangan, menegaskan pentingnya pertobatan dan perbaikan diri. “Setiap manusia dapat kembali ke jalan yang benar asalkan ada kesungguhan hati untuk berubah,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diserahkan kepada media.

Baca juga:

Pengadilan mencatat bahwa Dwi Hartono, berusia 34 tahun, sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal. Namun, fakta bahwa korban adalah pejabat penting di BRI menambah beratnya kasus ini di mata publik. Menurut data Kementerian Keuangan, jaringan BRI pada akhir 2024 memiliki lebih dari 9.000 cabang di seluruh Indonesia, menjadikan posisi Kacab sebagai posisi strategis dalam penyaluran kredit.

Selain permintaan nasihat, hakim juga menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur. Dwi dijatuhi tahanan sementara selama penyelidikan lanjutan, dan penyidik akan menyelesaikan pemeriksaan forensik senjata serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kasus ini menuai sorotan luas di media sosial, terutama setelah klip video Dwi mengungkapkan penyesalannya menjadi viral. Banyak netizen yang menilai permintaan nasihat kepada Kiai Cirebon sebagai upaya mencari kedamaian batin, namun ada pula yang mempertanyakan efektivitas intervensi keagamaan dalam proses peradilan.

Baca juga:

Hingga saat ini, tidak ada keputusan akhir terkait hukuman yang akan dijatuhkan. Pengadilan dijadwalkan kembali pada 5 September 2025 untuk mendengar argumen pembelaan dan mempertimbangkan rekomendasi rehabilitasi spiritual yang diajukan oleh Kiai Cirebon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *