Olahraga
Beranda » Berita » PSIM vs Persib: Pelatih Ungkap Penyebab Kegagalan Mencuri Poin di GBLA

PSIM vs Persib: Pelatih Ungkap Penyebab Kegagalan Mencuri Poin di GBLA

PSIM vs Persib: Pelatih Ungkap Penyebab Kegagalan Mencuri Poin di GBLA
PSIM vs Persib: Pelatih Ungkap Penyebab Kegagalan Mencuri Poin di GBLA

Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | PSIM Yogyakarta kembali pulang dengan tangan kosong setelah menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Senin, 4 Mei 2026. Pertandingan tandang itu berakhir tanpa poin bagi PSIM, dan pelatih tim mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan mencuri hasil positif melawan unggulan Liga 1.

Penjelasan Pelatih tentang Faktor Teknis dan Taktik

Setelah pertandingan, pelatih PSIM, Ahmad Sutrisno, memberikan pernyataan kepada wartawan di area media stadion. Ia menilai bahwa keputusan taktis yang diambil pada babak pertama kurang tepat, terutama dalam menyesuaikan formasi menyerang dengan kondisi lapangan yang masih basah akibat hujan ringan pagi hari.

Baca juga:

“Kami terlalu mengandalkan sayap kanan yang tidak efektif karena permukaan rumput licin, sehingga bola sering terperangkap dan tidak dapat menembus pertahanan Persib,” ujar Sutrisno dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa perubahan formasi menjadi 4‑3‑3 pada menit ke‑30 tidak memberi waktu adaptasi yang cukup bagi pemain depan, sehingga peluang emas tidak dapat dimanfaatkan.

Selain taktik, pelatih menyoroti ketidaksesuaian strategi pressing. PSIM berusaha menekan tinggi, namun kelelahan fisik muncul di paruh kedua, memberi ruang bagi Persib untuk mengontrol lini tengah. “Kami tidak memperhitungkan stamina pemain di atas lapangan yang berukuran 105 × 68 meter dan suhu sekitar 27 °C,” tambahnya.

Baca juga:

Keputusan wasit juga menjadi salah satu poin kritis yang diangkat. Sutrisno menilai adanya tiga keputusan penalti yang tidak menguntungkan PSIM, meskipun tidak menuduh bias, namun menekankan pentingnya disiplin dalam menghadapi keputusan arbitrase.

Data statistik pertandingan mencatat bahwa PSIM hanya menguasai 38 % penguasaan bola, menciptakan 7 tembakan, namun hanya 2 di antaranya tepat sasaran. Sementara Persib mencatat 14 tembakan dengan 5 tepat sasaran, serta mencetak 2 gol pada menit ke‑27 dan ke‑68.

Baca juga:

Faktor lain yang disorot adalah kondisi mental pemain. Pelatih mengakui bahwa tekanan untuk meraih poin di luar kandang membuat beberapa pemain menahan inisiatif, sehingga permainan menjadi terlalu konservatif. “Kita harus belajar mengelola tekanan, terutama saat bermain di stadion besar seperti GBLA yang menampung lebih dari 38.000 penonton,” ujar Sutrisno.

Setelah menilai semua aspek, pelatih menegaskan bahwa PSIM akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk program kebugaran, latihan taktik intensif, dan penyesuaian mental. Ia menutup dengan harapan tim dapat bangkit pada pertandingan berikutnya melawan Arema FC di Stadion Manahan pada pekan depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *