Daerah
Beranda » Berita » KRL Line Cikarang Berangsur Normal, Stasiun Bekasi Timur Pulih Sepenuhnya

KRL Line Cikarang Berangsur Normal, Stasiun Bekasi Timur Pulih Sepenuhnya

KRL Line Cikarang Berangsur Normal, Stasiun Bekasi Timur Pulih Sepenuhnya
KRL Line Cikarang Berangsur Normal, Stasiun Bekasi Timur Pulih Sepenuhnya

Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Komuter KAI pada lini Cikarang menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek pada akhir April 2026. Pada Kamis, 30 April, area Stasiun Bekasi Timur kembali dipadati penumpang, menandakan normalisasi layanan yang terus berlangsung.

Proses Normalisasi dan Peningkatan Volume Penumpang

Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa operasi lintas Cikarang sudah kembali normal sejak uji coba pada Rabu, 29 April. “Aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur kini telah kembali dilayani,” ujarnya dalam konferensi pers pada Minggu, 3 Mei. Data KAI Commuter mencatat peningkatan signifikan, dengan 5.266 penumpang naik dan 2.820 turun pada Rabu, lalu melonjak menjadi 8.188 naik dan 9.268 turun pada Kamis. Pada hari libur panjang, Jumat 1 Mei, total pengguna mencapai 14.000 orang (6.590 naik, 7.527 turun), dan Sabtu 2 Mei tercatat 8.412 naik serta 9.275 turun.

Baca juga:

Jumlah perjalanan harian di lintas Cikarang juga kembali ke tingkat normal, tercatat 281 perjalanan per hari. Rata-rata keterlambatan berkurang drastis: 25 menit pada Kamis, 15 menit pada Jumat, dan hanya 9‑10 menit pada Sabtu. Penurunan ini sejalan dengan upaya perbaikan jalur rel yang masih berlangsung di lokasi kecelakaan.

Reaksi Masyarakat dan Upaya Keselamatan

Masyarakat Bekasi Timur menggelar tabur bunga dan doa bersama untuk mengenang 16 korban, seluruhnya perempuan yang berada di gerbong perempuan bagian ujung belakang KRL yang tertabrak. Sementara proses evakuasi selesai, KAI Commuter mengingatkan penumpang untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang penuh dan selalu memberi prioritas kepada penumpang yang akan turun.

Baca juga:

Karina juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan mengapresiasi kesabaran pengguna selama proses pemulihan. Ia menekankan pentingnya KRL sebagai sarana mobilitas utama bagi pekerja dan pelajar, serta menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Dengan tren peningkatan volume penumpang dan penurunan keterlambatan, indikasi normalisasi mobilitas masyarakat di Stasiun Bekasi Timur semakin kuat. Pengguna kini dapat kembali mengandalkan Commuter Line untuk kegiatan sehari-hari tanpa khawatir akan gangguan signifikan.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *