Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Efek Yoyo pada Diet: Mengapa Tubuh Mudah Gemuk Kembali karena Memori Imun Obesitas

Efek Yoyo pada Diet: Mengapa Tubuh Mudah Gemuk Kembali karena Memori Imun Obesitas

Efek Yoyo pada Diet: Mengapa Tubuh Mudah Gemuk Kembali karena Memori Imun Obesitas
Efek Yoyo pada Diet: Mengapa Tubuh Mudah Gemuk Kembali karena Memori Imun Obesitas

Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Penelitian terbaru yang dilaksanakan selama satu dekade mengungkap fakta mengejutkan: sel imun manusia menyimpan memori molekuler tentang obesitas hingga sepuluh tahun. Temuan ini memberi jawaban ilmiah atas fenomena umum di mana orang yang sudah menjalani diet justru cepat kembali menambah berat badan, dikenal sebagai efek yoyo.

Studi tersebut melibatkan pengamatan longitudinal terhadap ribuan partisipan dengan riwayat berat badan berubah-ubah. Para peneliti memfokuskan analisis pada sel T dan makrofag, dua komponen utama sistem imun, untuk mendeteksi jejak molekuler yang berkaitan dengan kelebihan lemak. Hasilnya menunjukkan bahwa bahkan setelah penurunan berat badan yang signifikan, sel imun tetap mengingat eksposur sebelumnya terhadap lingkungan obesitas, menyimpan sinyal biokimia yang dapat memicu kembali penyimpanan lemak.

Baca juga:

“Sel imun menyimpan memori molekuler tentang obesitas selama sepuluh tahun,” ujar salah satu peneliti utama dalam wawancara eksklusif. Kutipan tersebut menegaskan bahwa memori ini bukan sekadar fenomena jangka pendek, melainkan jejak yang dapat bertahan selama satu dekade, memengaruhi regulasi metabolisme dan respons inflamasi tubuh.

Implikasi temuan ini sangat relevan bagi masyarakat yang sering mengalami penurunan berat badan melalui diet ketat, namun kemudian mengalami kenaikan kembali yang cepat. Memori imun dapat mempercepat proses pengembalian lemak dengan mengaktifkan jalur inflamasi yang memengaruhi sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa. Akibatnya, tubuh menjadi lebih “siap” untuk menyimpan energi kembali, meski asupan kalori telah dikurangi.

Baca juga:

Para ahli menyarankan pendekatan diet yang lebih berkelanjutan, mengedepankan perubahan pola makan jangka panjang serta aktivitas fisik yang konsisten, alih‑alih program penurunan berat badan yang drastis dan singkat. Dengan memahami bahwa efek yoyo memiliki dasar biologis, individu dapat menyesuaikan strategi mereka, misalnya dengan menambahkan makanan anti‑inflamasi, meningkatkan tidur, dan mengelola stres, yang semuanya berpotensi memodulasi respons imun.

Ke depan, penelitian lanjutan diharapkan dapat mengidentifikasi cara-cara spesifik untuk “menghapus” memori molekuler obesitas pada sel imun, membuka peluang terapi baru bagi penderita obesitas kronis. Sementara itu, publik diimbau untuk tidak menganggap diet sebagai solusi instan, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang mempertimbangkan faktor imunologi jangka panjang.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *