Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan rapat terbatas di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat senior Kabinet Merah Putih ini difokuskan pada isu-isu strategis pendidikan nasional sekaligus keamanan serta pertahanan di tengah dinamika geopolitik global.
Agenda Pendidikan dalam Momentum Hardiknas
Rapat dimulai dengan pembahasan mengenai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Presiden menekankan pentingnya memperkuat kualitas pembelajaran di semua jenjang. “Pendidikan adalah fondasi utama untuk masa depan bangsa,” ujar Prabowo dalam sesi tersebut. Ia meninjau program hilirisasi yang diharapkan dapat meningkatkan akses dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri serta memperluas kesempatan beasiswa bagi pelajar berprestasi.
Data internal kementerian menunjukkan bahwa pada tahun 2025, tingkat partisipasi siswa dalam program kejuruan naik 12,5% dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih terdapat kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Prabowo menekankan perlunya alokasi anggaran tambahan sebesar Rp5 triliun untuk pembangunan laboratorium dan fasilitas digital di sekolah-sekolah di wilayah tertinggal.
Keamanan dan Pertahanan Nasional
Setelah membahas pendidikan, rapat beralih pada isu pertahanan. Dalam konteks ketegangan geopolitik di kawasan Asia‑Pasifik, Presiden menegaskan komitmen untuk memperkuat kesiapan militer serta koordinasi antar lembaga keamanan. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta pejabat tinggi TNI lainnya turut memberikan masukan terkait modernisasi alutsista dan peningkatan kapasitas pertahanan siber.
Daftar lengkap peserta rapat mencakup Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon, KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta pejabat lain dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Badan Logistik Kemhan.
Rapat tersebut menutup dengan kesepakatan untuk menyusun roadmap pendidikan nasional yang terintegrasi dengan kebijakan pertahanan, serta penetapan target jangka pendek dan menengah yang dapat diukur melalui indikator kinerja utama (IKU) masing‑masing kementerian.


Komentar