Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berhasil mengamankan Anggaran Rp4 Triliun untuk perbaikan 1.800 perlintasan kereta api (KA) di seluruh Indonesia, usai menindaklanjuti kecelakaan tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan yang menimpa KRL dan KA Argo Bromo terjadi pada hari Senin pagi di Stasiun Bekasi Timur, menewaskan beberapa penumpang dan menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Dasco bersama timnya langsung turun ke lokasi untuk menilai kerusakan dan mendengar keluhan korban serta saksi mata.
Setelah meninjau situasi, Dasco menghubungi Presiden RI Prabowo Subianto melalui jalur resmi, menyampaikan urgensi penambahan anggaran bagi perlintasan yang rawan kecelakaan. Dalam pembicaraan tersebut, Dasco menekankan bahwa alokasi dana harus segera disetujui agar perbaikan dapat dilakukan tanpa penundaan.
“Saya harap alokasi dana ini dapat mempercepat peningkatan keselamatan di perlintasan kereta, terutama yang berada di jalur-jalur padat penumpang,” ujar Sufmi Dasco Ahmad dalam sebuah pernyataan kepada media setelah pertemuan telepon dengan Presiden.
Presiden Prabowo menanggapi permohonan tersebut dengan positif, dan dalam waktu singkat pemerintah mengesahkan Anggaran Rp4 Triliun untuk menutupi biaya rekayasa ulang, pemasangan pintu otomatis, dan sistem peringatan dini di 1.800 titik perlintasan KA yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan. Dana tersebut akan dibagi antara kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah sesuai kebutuhan masing‑masing wilayah.
Penerapan dana ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan lintas kereta secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Para ahli transportasi menilai bahwa modernisasi perlintasan, termasuk pemasangan tembok penahan, lampu peringatan, dan sistem kontrol otomatis, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan penumpang.
Dengan dukungan Anggaran Rp4 Triliun, pemerintah berkomitmen mempercepat proses perbaikan dan melakukan audit rutin untuk memastikan setiap perlintasan selesai tepat waktu. Langkah ini menjadi bukti respons cepat DPR dan eksekutif dalam menanggapi tragedi di Bekasi Timur, sekaligus menegaskan komitmen nasional terhadap keselamatan transportasi kereta api.


Komentar