Daerah
Beranda » Berita » CCTV Rekam Pencurian Besi Tandon Air, Pelaku di Perak Timur Ditangkap Polisi

CCTV Rekam Pencurian Besi Tandon Air, Pelaku di Perak Timur Ditangkap Polisi

CCTV Rekam Pencurian Besi Tandon Air, Pelaku di Perak Timur Ditangkap Polisi
CCTV Rekam Pencurian Besi Tandon Air, Pelaku di Perak Timur Ditangkap Polisi

Media Pendidikan – 30 April 2026 | Polisi Unit 1 Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengamankan seorang warga berusia 44 tahun yang berinisial AFF setelah terbukti mencuri besi dari tandon air di kawasan Kalimas Baru, Perak Utara.

Kasus ini terungkap lewat rekaman CCTV yang dipasang di sekitar lokasi tandon air pada Senin (tanggal tidak disebutkan). Pada rekaman terlihat pelaku masuk ke area tandon, memotong besi penahan, dan mengambil potongan besi dengan cepat sebelum melarikan diri.

Baca juga:

Kronologi Penangkapan

Setelah menerima laporan dari warga sekitar, tim penyidik langsung menelusuri jejak digital CCTV. Pada pukul 14.30 WIB, unit patroli tiba di lokasi dan menemukan jejak kaki serta bekas potongan besi yang masih berserakan. Dengan mengacu pada rekaman, polisi berhasil mengidentifikasi AFF sebagai tersangka utama.

Polisi kemudian melakukan operasi penangkapan di rumah tersangka di Jalan Kalimas Baru. AFF ditangkap tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke kantor Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk proses lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, Kapolres Tanjung Perak, Kombes Pol. Budi Santoso, menegaskan pentingnya pengawasan CCTV dalam mengungkap tindakan kriminal. “Kami menindak tegas tindakan pencurian besi yang merusak infrastruktur publik,” ujarnya.

Pelaku diduga memiliki motif ekonomi, mengingat harga besi bekas yang masih relatif tinggi di pasar gelap. Pencurian jenis ini tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mengancam pasokan air bersih bagi warga sekitar.

Baca juga:

Setelah penangkapan, AFF dikenai Pasal 406 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan serta Pasal 359 KUHP tentang perusakan fasilitas umum. Proses penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap apakah ada jaringan yang lebih luas di balik aksi ini.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan dan memastikan CCTV di area publik berfungsi optimal. “Keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah kejahatan serupa,” tambah Kapolres.

Kasus ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa tindakan kriminal tidak akan lepas dari pengawasan teknologi dan penegakan hukum yang cepat. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat menurunkan angka pencurian besi di wilayah Surabaya secara signifikan.

“Saya dulu sering mendengar suara besi dipotong di malam hari, tapi tidak pernah melihat pelakunya. Kini, berkat CCTV, kami merasa lebih aman,” ujar Ibu Siti, warga Kalimas Baru.

Baca juga:

Unit 1 Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak dibentuk pada tahun 2015, bertugas mengawasi wilayah pelabuhan dan kawasan industri, serta menanggulangi kejahatan properti. Penangkapan AFF menunjukkan efektivitas kolaborasi antara teknologi pengawasan dan operasional lapangan.

Ke depan, polisi berencana menambah jumlah kamera pengawas di titik-titik rawan serta meningkatkan sosialisasi keamanan kepada masyarakat. Diharapkan langkah ini dapat meminimalisir kerugian akibat pencurian besi serta menjaga kelangsungan pasokan air bersih bagi warga Surabaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *