Nasional
Beranda » Berita » Kecelakaan Kereta Bekasi: Sufmi Dasco Ungkap Tiga Korban Meninggal

Kecelakaan Kereta Bekasi: Sufmi Dasco Ungkap Tiga Korban Meninggal

Kecelakaan Kereta Bekasi: Sufmi Dasco Ungkap Tiga Korban Meninggal
Kecelakaan Kereta Bekasi: Sufmi Dasco Ungkap Tiga Korban Meninggal

Media Pendidikan – 28 April 2026 | JPNN.com, Bekasi – Pada Senin (27/4), sebuah kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur melibatkan kereta listrik commuter line dengan kereta diesel jarak jauh menewaskan tiga orang. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjadi sumber utama informasi mengenai jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kecelakaan terjadi ketika kedua rangkaian kereta saling bersilangan pada jalur yang sama. Menurut keterangan Sufmi Dasco, kereta commuter yang melaju dari arah Jakarta menuju Bogor bertabrakan dengan kereta diesel yang sedang menurunkan penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Dampak benturan menyebabkan kerusakan signifikan pada gerbong pertama dan menimbulkan kebakaran kecil yang segera dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran kereta.

Baca juga:

“Kami masih mengumpulkan data, namun saat ini tercatat tiga korban meninggal,” ujar Sufmi Dasco dalam konferensi pers singkat di kantor DPR. Ia menambahkan bahwa sejumlah penumpang lain mengalami luka-luka ringan dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut. Tim medis melaporkan bahwa dua korban meninggal dunia di tempat kejadian, sementara satu korban tewas setelah dirawat intensif selama beberapa jam.

Petugas kepolisian dan Badan Pengatur Jalan Kereta Api (BPJ) telah membuka penyelidikan untuk menentukan penyebab utama kecelakaan. Sementara itu, pihak kereta commuter dan perusahaan kereta diesel menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional serta sistem sinyal yang digunakan. Data sementara menunjukkan bahwa kesalahan sinyal atau kegagalan komunikasi antar pengendali dapat menjadi faktor pemicu.

Baca juga:

Stasiun Bekasi Timur, yang terletak di jalur strategis antara Jakarta dan Bandung, menjadi titik rawan karena tingginya volume kereta yang melintas setiap harinya. Menurut data resmi KRL Commuter, stasiun ini melayani lebih dari 30 ribu penumpang per hari, sementara jalur diesel melayani layanan antar kota. Kombinasi tingginya frekuensi dan kepadatan lalu lintas kereta menuntut koordinasi yang ketat antara operator.

Ke depan, Sufmi Dasco menegaskan perlunya peningkatan keamanan dan pengawasan pada seluruh jaringan rel kereta di wilayah Jabodetabek. “Kami akan dorong legislasi yang memperkuat standar keselamatan serta menambah sumber daya bagi pengawas jalur,” katanya. Pemerintah daerah dan kementerian perhubungan dijadwalkan akan mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas rekomendasi perbaikan dan mencegah terulangnya insiden serupa.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *