Ekonomi
Beranda » Berita » Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target dan Serap Lebih dari 700 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target dan Serap Lebih dari 700 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target dan Serap Lebih dari 700 Ribu Tenaga Kerja
Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target dan Serap Lebih dari 700 Ribu Tenaga Kerja

Media Pendidikan – 21 April 2026 | Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rosan Hadi Laporta menyampaikan bahwa realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026 telah mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun.

Rosan menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan daya tarik investasi asing dan domestik yang tetap kuat meskipun tantangan global. “Kami berhasil melampaui target investasi berkat kebijakan yang mendukung iklim usaha dan sinergi antara pemerintah, swasta, serta institusi keuangan,” ujarnya dalam rapat yang berlangsung di Istana Kepresidenan.

Baca juga:

Data resmi menunjukkan bahwa selama tiga bulan pertama tahun ini, total aliran investasi langsung (FDI) dan investasi domestik meningkat signifikan, menandai pertumbuhan yang konsisten dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. Selain nilai investasi, laporan Rosan juga menyoroti penciptaan lapangan kerja yang signifikan, dengan 706.569 tenaga kerja baru terserap oleh proyek‑proyek investasi yang berjalan.

Penggunaan tenaga kerja yang tinggi ini tidak hanya memperkuat pasar tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan pendapatan rumah tangga dan konsumsi domestik. Menurut kementerian, sebagian besar penyerapan tenaga kerja terjadi di sektor infrastruktur, manufaktur, serta energi terbarukan, yang menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Baca juga:

Angka-angka ini juga berkontribusi pada perbaikan indikator makroekonomi lainnya. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I 2026 tercatat lebih baik dari perkiraan, didorong oleh peningkatan investasi dan konsumsi. Pemerintah menilai bahwa pencapaian ini menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan tahunan sebesar 5,5 persen.

Selain itu, Rosan menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat regulasi yang mempermudah proses perizinan investasi, mempercepat pelaksanaan proyek, dan meningkatkan transparansi. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor, khususnya di sektor teknologi dan digital yang semakin menjadi fokus utama dalam agenda pembangunan ekonomi nasional.

Baca juga:

Keberhasilan ini juga menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar dan pemangku kepentingan internasional, menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi serta menciptakan iklim investasi yang kompetitif. Pemerintah berjanji akan terus memantau perkembangan investasi dan mengoptimalkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *