Daerah
Beranda » Berita » Titik Banjir Jakarta: 20 RT di Jatinegara dan Kramat Jati Terendam Akibat Curah Hujan Tinggi

Titik Banjir Jakarta: 20 RT di Jatinegara dan Kramat Jati Terendam Akibat Curah Hujan Tinggi

Titik Banjir Jakarta: 20 RT di Jatinegara dan Kramat Jati Terendam Akibat Curah Hujan Tinggi
Titik Banjir Jakarta: 20 RT di Jatinegara dan Kramat Jati Terendam Akibat Curah Hujan Tinggi

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Banjaran air meluap sejak dini hari Senin, menenggelamkan 20 Rukun Tetangga (RT) di dua wilayah Jatinegara dan Kramat Jati, Jakarta Timur. Banjir yang mulai muncul pada pukul 02.00 WIB tersebut mengalami kenaikan volume air secara signifikan dalam beberapa jam berikutnya, memaksa ratusan warga mengungsi dan menutup akses utama di kedua kelurahan.

Warga Jatinegara mengaku bahwa air mulai menggenangi jalan utama dan gang kecil sekitar pukul 02.30 WIB. “Air menggenangi jalan utama, membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ujar seorang warga yang memilih tetap anonim. Sementara di Kramat Jati, beberapa rumah warga terendam setinggi lutut, memaksa penghuni mengamankan barang-barang penting dan menunggu bantuan tim SAR.

Baca juga:

Kondisi semakin parah ketika volume air meningkat pada pukul 04.00 WIB, menutupi area seluas sekitar 0,8 km². BPBD mencatat bahwa 20 RT yang terdampak meliputi 12 RT di Jatinegara dan 8 RT di Kramat Jati, dengan total sekitar 3.500 jiwa berada dalam zona evakuasi. Tim pemadam kebakaran dan Relawan Masyarakat turut dikerahkan untuk menyalurkan bantuan logistik, termasuk makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan kebersihan.

Pemerintah Kota Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Bencana (DPB) berjanji akan melakukan perbaikan pada sistem drainase jangka panjang. “Kami akan segera meninjau kembali kapasitas saluran air dan mempercepat pembangunan pompa baru di titik-titik rawan,” kata Sekretaris DPB, Ahmad Fauzi, dalam konferensi pers hari itu. Ia menambahkan bahwa pembersihan sampah di sekitar selokan akan dipercepat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Baca juga:

Di samping upaya penanggulangan, otoritas setempat juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran pembuangan, serta memantau peringatan dini banjir yang disebarluaskan melalui aplikasi resmi DKI Jakarta. Selama masa krisis, layanan transportasi umum mengalami gangguan, terutama jalur bus TransJakarta yang harus dialihkan rutenya.

Hingga saat ini, sebagian besar warga yang mengungsi telah dipindahkan ke balai pertemuan setempat dan masih menunggu proses rehabilitasi rumah. Badan Penanggulangan Bencana menargetkan penyelesaian pembersihan dan pengeringan area terdampak dalam tiga hari ke depan, sambil terus memantau perkembangan cuaca untuk mengantisipasi potensi kenaikan air lebih lanjut.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *