Media Pendidikan – 16 April 2026 | Sebanyak 25.925 dapur Makanan Bersama Gizi (MBG) telah berhasil memperoleh Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) pada 16 April 2026, menandai lonjakan besar dalam upaya meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan di fasilitas pelayanan gizi. Sertifikasi ini diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah memenuhi serangkaian persyaratan kebersihan, sanitasi, dan pengendalian risiko kontaminasi.
Proses penilaian SLHS meliputi inspeksi menyeluruh terhadap kebersihan area produksi, prosedur penyimpanan bahan makanan, serta pelatihan personel dalam praktik higienis. Semua dapur yang dinyatakan laik harus dapat menunjukkan bukti dokumentasi yang memadai, mulai dari catatan kebersihan harian hingga prosedur pemeliharaan peralatan.
Detail Proses Sertifikasi
- Audit kebersihan area produksi dan ruang penyimpanan.
- Verifikasi prosedur pencucian tangan dan penggunaan alat pelindung diri.
- Pemeriksaan kualitas air dan sistem ventilasi.
- Penilaian sistem pengendalian hama dan limbah.
- Pelatihan dan sertifikasi personel terkait kebersihan pangan.
“Progres Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi meningkat signifikan,” ujar salah satu pejabat Kementerian Kesehatan dalam rapat koordinasi. Pernyataan tersebut mencerminkan percepatan implementasi standar SLHS yang sebelumnya masih berada pada tahap pilot di sejumlah wilayah.
Angka 25.925 tidak hanya mencerminkan kuantitas dapur yang telah terakreditasi, melainkan juga menunjukkan penyebaran geografis yang luas, mencakup wilayah perkotaan dan pedesaan. Dengan sertifikasi ini, setiap dapur MBG diharapkan dapat menyajikan makanan yang tidak hanya bergizi tetapi juga aman dari kontaminasi mikroba dan bahan kimia berbahaya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian penyakit bawaan makanan (foodborne disease) di kalangan penerima layanan gizi, terutama anak-anak dan ibu hamil yang menjadi target utama program SPPG. Selain itu, sertifikasi SLHS dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disediakan oleh fasilitas pemerintah.
Selanjutnya, otoritas terkait berencana untuk memperluas cakupan sertifikasi kepada lebih dari 30.000 dapur dalam tahun mendatang, dengan menambahkan modul pelatihan digital dan sistem monitoring berbasis aplikasi untuk mempermudah pelaporan kebersihan secara real time.
Secara keseluruhan, pencapaian 25.925 dapur MBG yang telah bersertifikat SLHS menandakan langkah maju yang signifikan dalam memperkuat rantai pasokan pangan yang aman dan higienis, sekaligus menjadi contoh bagi sektor swasta dalam menerapkan standar kebersihan yang sama.


Komentar