Daerah
Beranda » Berita » 21 RT di Jakarta Tergenang Banjir Pagi Ini Akibat Luapan Kali Ciliwung

21 RT di Jakarta Tergenang Banjir Pagi Ini Akibat Luapan Kali Ciliwung

21 RT di Jakarta Tergenang Banjir Pagi Ini Akibat Luapan Kali Ciliwung
21 RT di Jakarta Tergenang Banjir Pagi Ini Akibat Luapan Kali Ciliwung

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Jakarta Timur kembali dilanda banjir pada pagi hari ini setelah curah hujan deras meningkatkan debit air di Kali Ciliwung. Sebanyak 21 wilayah RT mengalami genangan air, dengan 15 di antaranya berada di wilayah Jakarta Timur, menjadikan daerah tersebut wilayah paling terdampak.

Warga setempat melaporkan kondisi darurat di lapangan. Salah satu warga, Budi Santoso, menyatakan, “Air sudah sampai hingga setinggi lutut kami, mobil tidak dapat melaju, dan kami terpaksa menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.” Ia menambahkan bahwa beberapa rumah mengalami kerusakan pada perabotan dan lantai akibat air yang masuk.

Baca juga:

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (DPK) dan tim SAR telah dikerahkan sejak pukul 07.30 WIB untuk melakukan penyelamatan dan pengeringan di area terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 12 truk pompa air telah dikerahkan, dan tim relawan setempat membantu memindahkan barang-barang warga ke tempat yang lebih tinggi.

Data resmi yang dirilis BPBD menunjukkan bahwa total 21 RT terendam, dengan rincian sebagai berikut:

Baca juga:
  • Jakarta Timur: 15 RT
  • Jakarta Pusat: 3 RT
  • Jakarta Utara: 2 RT
  • Jakarta Selatan: 1 RT

Jumlah penduduk yang terkena dampak diperkirakan mencapai 7.500 orang, dengan lebih dari 1.200 keluarga mengungsi ke posko darurat yang telah disiapkan di sekolah-sekolah sekitar.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui juru bicara mengumumkan bahwa pemerintah provinsi akan menyalurkan bantuan sembako dan dana darurat kepada keluarga yang terdampak. “Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan secepatnya serta mempercepat upaya pengerukan dan perbaikan saluran Ciliwung,” ujar juru bicara Gubernur.

Baca juga:

Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk tidak memancing air ke selokan serta melaporkan titik-titik genangan kepada layanan darurat 112. Upaya jangka panjang mencakup revitalisasi sungai dan peningkatan kapasitas drainase untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Hingga kini, tim DPK masih melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air, dan diperkirakan banjir akan surut secara bertahap setelah pompa air beroperasi penuh serta curah hujan kembali mereda. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *