Media Pendidikan – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, mengumumkan program ambisius yang menargetkan 1,4 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bergabung sebagai anggota koperasi desa Merah Putih sekaligus mendapatkan kesempatan kerja. Inisiatif ini diluncurkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan penerima bantuan sosial serta memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan penerima PKH ke dalam struktur koperasi desa, dimana mereka tidak hanya menjadi pemilik saham tetapi juga dapat mengisi posisi kerja yang dibutuhkan. “Program ini tidak hanya mendorong penerima PKH menjadi anggota koperasi, tetapi juga memberi kesempatan untuk bekerja,” ujar Ferry Juliantono dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi.
Berikut poin-poin utama program:
- Target 1,4 juta penerima PKH menjadi anggota aktif koperasi.
- Penyediaan pelatihan vokasi selama 3–6 bulan sesuai kebutuhan usaha koperasi.
- Penempatan kerja pada unit produksi, pemasaran, atau layanan administratif koperasi.
- Monitoring dan evaluasi berkala oleh Kementerian Koperasi untuk memastikan kualitas pekerjaan.
Implementasi program diharapkan dimulai pada kuartal pertama 2027, dengan fase pertama mencakup 100 desa percontohan di seluruh Indonesia. Masing‑masing desa akan mengidentifikasi kebutuhan usaha yang paling relevan dengan potensi lokal, sehingga penerima bantuan dapat berkontribusi secara produktif.
Penggabungan penerima PKH ke dalam koperasi tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan individu, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa secara keseluruhan. Dengan menambah tenaga kerja terampil, koperasi diharapkan dapat meningkatkan volume produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan pada gilirannya menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah‑wilayah target.
Para pakar ekonomi menilai bahwa langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk mengalihkan bantuan sosial menjadi investasi manusia. “Jika berhasil, model ini dapat menjadi blueprint nasional dalam memberdayakan penerima bantuan sosial melalui sektor produktif,” kata Dr. Andi Prasetyo, dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Indonesia.
Hingga kini, belum ada data resmi mengenai jumlah lapangan kerja yang sudah terbuka, mengingat program masih berada pada tahap persiapan. Namun, Menteri Ferry Juliantono menegaskan komitmen untuk mengawasi pelaksanaan secara ketat dan melaporkan hasilnya secara periodik kepada publik.
Dengan fokus pada pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi katalisator perubahan bagi jutaan keluarga yang selama ini bergantung pada bantuan sosial, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa di seluruh Indonesia.


Komentar