Daerah
Beranda » Berita » 130 Perlintasan Sebidang di Daop 1 Jakarta Masih Belum Dijaga, Ancaman Keselamatan Meningkat

130 Perlintasan Sebidang di Daop 1 Jakarta Masih Belum Dijaga, Ancaman Keselamatan Meningkat

130 Perlintasan Sebidang di Daop 1 Jakarta Masih Belum Dijaga, Ancaman Keselamatan Meningkat
130 Perlintasan Sebidang di Daop 1 Jakarta Masih Belum Dijaga, Ancaman Keselamatan Meningkat

Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta melaporkan bahwa masih ada 130 perlintasan sebidang yang belum dijaga, dari total 423 titik yang ada di wilayahnya. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan penumpang, kendaraan, dan pejalan kaki di area perkotaan yang padat.

Pengawasan pada perlintasan biasanya melibatkan petugas lintas rel (penjaga lintas) dan perlengkapan seperti sinyal peringatan serta pintu gerbang otomatis. Tanpa pengamanan tersebut, risiko tabrakan antara kereta api dengan kendaraan bermotor atau pejalan kaki meningkat secara signifikan. Pada beberapa tahun terakhir, kecelakaan di perlintasan sebidang tetap menjadi penyumbang utama kecelakaan transportasi di Indonesia.

Baca juga:

Berikut adalah gambaran statistik perlintasan di Daop 1 Jakarta:

  • Total perlintasan sebidang: 423 titik
  • Perlintasan yang sudah dijaga: 293 titik
  • Perlintasan belum dijaga: 130 titik

Wilayah yang paling banyak memiliki perlintasan belum dijaga antara lain daerah Jakarta Selatan, Tangerang, dan Bekasi, yang merupakan kawasan dengan volume lalu lintas tinggi. Kerapatan penduduk dan aktivitas ekonomi di zona‑zona tersebut membuat setiap perlintasan menjadi titik rawan.

Baca juga:

Pihak KAI menegaskan pentingnya penambahan petugas serta pemasangan sistem pengaman modern untuk menurunkan angka kecelakaan. Namun, tantangan anggaran dan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi penghambat utama. Upaya kolaboratif antara KAI, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian diharapkan dapat mempercepat proses pengamanan.

Di samping penempatan petugas, KAI juga mempertimbangkan penerapan teknologi seperti kamera deteksi otomatis dan sistem peringatan berbasis jaringan seluler. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang, terutama di titik‑titik yang sulit dijangkau secara fisik.

Baca juga:

Sejauh ini, belum ada jadwal pasti kapan semua perlintasan yang belum dijaga akan mendapatkan perlindungan penuh. Namun, pihak operasional Daop 1 menegaskan bahwa prioritas utama adalah mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan dengan volume lalu lintas tertinggi.

Dengan 130 perlintasan sebidang masih terbuka lepas, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi rel kereta api dan mematuhi rambu serta tanda peringatan yang tersedia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *