Media Pendidikan – 24 April 2026 | Women in Logistics and Transport (WILAT) Indonesia memperingati hari ulang tahun yang kelima dengan mengusung tema “Navigating Logistics Disruption Amid Rising Geopolitical Tension”. Perayaan ini menandai pencapaian organisasi dalam lima tahun beroperasi serta menegaskan komitmen WILAT untuk memperkuat posisi perempuan sebagai tenaga profesional di sektor logistik dan transportasi.
Acara peringatan dilaksanakan secara virtual dan melibatkan anggota serta mitra strategis dari berbagai wilayah Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Umum WILAT, Nurmaria Sarosa, menegaskan bahwa organisasi telah berkembang menjadi wadah profesional perempuan yang solid. Ia mengatakan, “WILAT telah tumbuh menjadi organisasi profesi perempuan yang kuat, mampu memberikan ruang belajar, jaringan, serta advokasi kebijakan yang relevan bagi anggotanya.”
Selama lima tahun eksistensi, WILAT berhasil mengorganisir lebih dari seratus sesi pelatihan, webinar, dan lokakarya yang membahas topik‑topik kritis seperti digitalisasi rantai pasok, keamanan transportasi, serta manajemen risiko di tengah ketegangan geopolitik yang memengaruhi alur perdagangan global. Data internal menunjukkan peningkatan partisipasi anggota sebesar 35% dari tahun pertama hingga kini.
Tematik peringatan HUT ke-5 menyoroti tantangan utama yang dihadapi industri logistik, khususnya gangguan operasional akibat konflik regional, tarif energi yang naik, dan perubahan regulasi perdagangan internasional. WILAT menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi untuk mengantisipasi dampak tersebut. “Kita harus mampu beradaptasi dengan cepat, mengoptimalkan sumber daya, dan memastikan bahwa suara perempuan tetap terdengar dalam proses pengambilan keputusan,” tambah Sarosa.
Selain diskusi panel, peringatan tersebut juga memperkenalkan program mentorship baru yang dirancang untuk mempertemukan anggota senior dengan profesional muda. Program ini diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan serta memperluas jaringan karier bagi perempuan yang baru memasuki dunia logistik. Sejauh ini, lebih dari 40 perempuan telah mendaftar sebagai mentor, menandakan antusiasme tinggi dalam komunitas.
WILAT Indonesia juga menyoroti kontribusi anggotanya dalam mengurangi jejak karbon melalui inisiatif transportasi berkelanjutan. Meskipun tidak ada angka spesifik yang dipublikasikan, para peserta menyepakati bahwa pengoptimalan rute dan adopsi kendaraan listrik merupakan langkah penting untuk menghadapi tantangan lingkungan.
Acara diakhiri dengan harapan bahwa WILAT akan terus menjadi pionir dalam memperjuangkan kesetaraan gender di industri logistik. Nurmaria Sarosa menutup peringatan dengan pesan optimis, “Kita berada di jalur yang tepat; bersama, perempuan Indonesia akan semakin berdaya dalam membentuk masa depan logistik nasional dan global.”


Komentar