Media Pendidikan – 03 April 2026 | Jumat, 2 April 2026, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi melantik 150 alumni Program Pengabdian Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Pelepasan ini menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan transformasi digital sekolah‑sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada tahun 2026.
Program Pejuang Digital dan Penempatan Strategis
Program Pejuang Digital, yang dikelola bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Pengetahuan (Kemdikbud) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menugaskan masing‑masing alumni ke 150 sekolah dasar di empat wilayah prioritas: Sumedang (Jawa Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Halmahera Utara (Maluku Utara), dan Merauke (Papua). Selama tiga bulan, para alumni akan mendampingi guru dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi, mengoptimalkan penggunaan perangkat keras, perangkat lunak, serta sumber belajar daring yang telah dipersiapkan.
Komitmen dan Aspirasi Alumni
Di antara yang terpilih, Theresia Rutisu, asal Sorong, Papua Barat, menekankan semangat pengabdian kepada daerah asalnya. “Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak‑anak di 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya tidak ingin mereka berhenti bermimpi,” ujarnya. Gulmog Simbolon, lulusan University of Surrey, Sumatera Utara, menilai program ini sebagai ruang kontribusi nyata untuk pemerataan akses pendidikan dan motivasi belajar di daerah‑daerah penugasan.
Pernyataan Gibran tentang Digitalisasi Pendidikan
Gibran menegaskan bahwa teknologi bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar dalam era perubahan cepat. “Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak, kembangkan berpikir kritis, dan jadilah inovator, bukan hanya konsumen,” tegasnya. Ia menambah bahwa transformasi digital harus selaras dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agar dampak nyata dapat dirasakan di kelas‑kelas terpencil.
Dukungan Infrastruktur dari Telkom dan Disdikbud Kalsel
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Telkom Indonesia untuk memperkuat jaringan internet di wilayah pelosok menjelang Seleksi Penempatan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026. Peningkatan konektivitas ini diharapkan dapat menurunkan kesenjangan akses belajar daring, sekaligus memastikan kelancaran implementasi modul digital yang akan dipakai oleh guru‑guru di sekolah 3T.
Secara keseluruhan, kolaborasi antar lembaga, dukungan infrastruktur, dan semangat para alumni diharapkan menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan peningkatan capaian literasi digital siswa di 3T sebesar 30 persen pada akhir 2026, sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi digital nasional.


Komentar