Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pada Selasa, 5 Mei 2026, di Bandara Internasional Juwata, Tarakan, bahwa jemaah haji lansia harus memusatkan perhatian pada ibadah inti haji. Pernyataan itu disampaikan saat pelepasan jamaah haji 1447 Hijriah, menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menunaikan rukun haji.
Dahnil menambahkan bahwa mayoritas aktivitas haji bersifat fisik, sehingga tidak semua rangkaian ibadah dapat diikuti oleh jamaah berusia lanjut. Ia menegaskan, “Yang penting jangan memaksakan kegiatan ibadah karena 95 persen bersifat fisik,” kata Dahnil dalam sambutannya. Menurutnya, kelelahan berlebih dapat mengganggu kekhusyukan dan kualitas ibadah.
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa hampir seluruh rangkaian ibadah haji memerlukan stamina kuat, terutama pada tahapan Sa’i, Wuquf di Arafah, dan melontar jumrah. Dengan persentase 95 persen aktivitas fisik, Wamenhaj mengingatkan bahwa jemaah lansia sebaiknya tidak memaksakan diri mengikuti semua program tambahan yang dapat membebani tubuh.
Wamenhaj menekankan prioritas pada rukun wajib haji, seperti ihram, tawaf, sa’i, dan wuquf di Arafah. Aktivitas tambahan, termasuk tur kota atau umrah berulang, dianggap tidak perlu bila berpotensi menurunkan kesehatan. “Mereka harus fokus pada ibadah inti dan tidak memaksakan diri,” tambah Dahnil, menegaskan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.
Kementerian Haji juga mengingatkan petugas pembimbing dan KBIHU (Kantor Bimbingan Ibadah Haji Umrah) untuk tidak menambah beban kepada jemaah lansia. Larangan tersebut mencakup program tur kota berlebih serta umrah berulang selama masa haji. Pelanggaran terhadap arahan ini akan dikenai sanksi tegas, bahkan pencabutan izin bagi penyelenggara yang terbukti melanggar.
Beberapa penyelenggara haji yang pernah menawarkan paket berlebihan kini diingatkan untuk menghentikan praktik yang menjadikan jemaah sebagai komoditas. “Kami ingin berhenti menjadikan jemaah sebagai komoditas,” ujar Dahnil, menuntut agar layanan haji tetap berorientasi pada tujuan ibadah, bukan pada keuntungan komersial.
Dengan penekanan pada ibadah inti haji, diharapkan jemaah lansia dapat menunaikan ibadah dengan tenang, mengurangi risiko kesehatan, dan tetap merasakan makna spiritual yang mendalam. Pemerintah terus memantau pelaksanaan kebijakan ini menjelang musim haji mendatang, memastikan setiap jemaah, terutama yang berusia lanjut, mendapatkan perlindungan dan bimbingan yang tepat.


Komentar