Pendidikan
Beranda » Berita » UTBK 2026 di UPI Siapkan 1.580 Komputer Pribadi untuk Kelancaran Seleksi

UTBK 2026 di UPI Siapkan 1.580 Komputer Pribadi untuk Kelancaran Seleksi

UTBK 2026 di UPI Siapkan 1.580 Komputer Pribadi untuk Kelancaran Seleksi
UTBK 2026 di UPI Siapkan 1.580 Komputer Pribadi untuk Kelancaran Seleksi

Media Pendidikan – 06 April 2026 | Panitia Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang berada di bawah naungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengumumkan kesiapan infrastruktur teknologi yang cukup signifikan menjelang pelaksanaan ujian nasional pada akhir April 2026. Sebanyak 1.580 unit komputer pribadi telah dipersiapkan khusus untuk menampung ribuan peserta yang akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri dan swasta selama sepuluh hari, mulai tanggal 21 hingga 30 April.

Persiapan ini tidak lepas dari upaya intensif tim teknis yang bekerja sama dengan pihak manajemen kampus, penyedia perangkat keras, serta tenaga pendukung lapangan. Setiap komputer dilengkapi dengan sistem operasi yang telah terstandarisasi, aplikasi ujian yang terintegrasi, serta koneksi jaringan berkecepatan tinggi yang dioptimalkan melalui jaringan internal kampus. Penataan perangkat tersebut diatur dalam dua sesi harian, yaitu sesi pagi dan sesi siang, untuk memastikan semua peserta mendapatkan kesempatan mengikuti tes dalam kondisi yang adil dan tidak terhambat oleh keterbatasan teknis.

Baca juga:

Keputusan untuk menyediakan komputer pribadi, alih-alih mengandalkan fasilitas laboratorium bersama, didasarkan pada beberapa pertimbangan utama. Pertama, penggunaan perangkat pribadi dapat meminimalisir risiko gangguan teknis yang biasanya muncul pada sistem bersama, seperti konflik software atau overload server. Kedua, dengan menyebar perangkat di berbagai ruang ujian yang tersebar di seluruh kampus, panitia dapat mengurangi konsentrasi peserta dalam satu area, sehingga meningkatkan protokol kesehatan yang masih menjadi prioritas pasca pandemi. Ketiga, pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi penyelenggara untuk menyesuaikan jumlah komputer dengan fluktuasi jumlah pendaftar yang biasanya meningkat tiap tahun.

Logistik penyediaan komputer pribadi melibatkan tiga tahap utama: pengadaan, konfigurasi, dan distribusi. Pada tahap pengadaan, panitia melakukan tender terbuka dengan vendor lokal yang memenuhi standar keamanan data dan kompatibilitas perangkat. Selanjutnya, tim IT UPI melakukan instalasi sistem operasi, pengaturan jaringan, serta instalasi aplikasi UTBK versi terbaru yang telah disertifikasi oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Proses konfigurasi ini memakan waktu sekitar dua minggu, termasuk uji coba keamanan untuk melindungi data pribadi peserta. Akhirnya, pada tahap distribusi, komputer ditempatkan di ruang-ruang ujian yang telah dipilih berdasarkan kapasitas ruangan, aksesibilitas, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Baca juga:

Dengan 1.580 unit komputer, panitia memperkirakan dapat melayani hingga 25.000 peserta per hari, mengingat masing-masing ruang ujian dapat menampung rata-rata 30-40 orang. Hal ini sejalan dengan target kepadatan peserta yang ditetapkan oleh LTMPT, yang memperkirakan total pendaftar UTBK 2026 akan mencapai lebih dari 600.000 orang secara nasional. Penyediaan perangkat dalam skala ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kegagalan teknis, mengurangi antrian, serta mempercepat proses pengumpulan hasil ujian secara real time.

Selain aspek teknis, panitia juga menyiapkan tim pendukung lapangan yang terdiri dari supervisor, teknisi, dan petugas keamanan. Setiap supervisor bertanggung jawab atas satu blok ruang ujian, memastikan semua prosedur berjalan sesuai protokol, termasuk verifikasi identitas peserta, pemeliharaan kebersihan, dan penanganan masalah darurat. Tim teknisi siap melakukan troubleshooting secara cepat bila terjadi gangguan hardware atau software, sementara petugas keamanan mengawasi kepatuhan peserta terhadap aturan ujian, seperti larangan penggunaan perangkat tambahan atau catatan pribadi.

Baca juga:

Persiapan ini mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi dan calon peserta. Dosen-dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPI menilai bahwa investasi pada infrastruktur digital ini tidak hanya mendukung pelaksanaan UTBK yang lebih lancar, tetapi juga memberi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam mengelola ujian berbasis komputer secara massal. Sementara itu, calon mahasiswa mengungkapkan rasa lega karena mereka tidak perlu khawatir akan keterbatasan perangkat saat mengikuti tes, yang selama ini menjadi salah satu keluhan utama dalam pelaksanaan UTBK sebelumnya.

Secara keseluruhan, langkah strategis Panitia Pusat UTBK UPI dalam menyiapkan 1.580 unit komputer pribadi mencerminkan komitmen kuat terhadap kualitas, keamanan, dan efisiensi proses seleksi masuk perguruan tinggi. Dengan jadwal ujian yang padat selama sepuluh hari, dua sesi per hari, serta dukungan tim teknis yang terlatih, diharapkan pelaksanaan UTBK 2026 di UPI dapat menjadi contoh terbaik dalam penyelenggaraan ujian berskala nasional. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan peserta, tetapi juga menegaskan posisi UPI sebagai pionir dalam inovasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *