Gaya Hidup
Beranda » Berita » Uji Jalan Wuling Eksion PHEV: Penantang Baru Destinator dan Tiggo 8 di Segmen SUV Hybrid

Uji Jalan Wuling Eksion PHEV: Penantang Baru Destinator dan Tiggo 8 di Segmen SUV Hybrid

Uji Jalan Wuling Eksion PHEV: Penantang Baru Destinator dan Tiggo 8 di Segmen SUV Hybrid
Uji Jalan Wuling Eksion PHEV: Penantang Baru Destinator dan Tiggo 8 di Segmen SUV Hybrid

Media Pendidikan – 18 April 2026 | Wuling kembali menguji model terbarunya, Eksion PHEV, pada 18 April 2026 di fasilitas uji jalan yang dipilih khusus untuk segmen SUV hybrid. Kendaraan listrik plug‑in ini langsung ditempatkan dalam kompetisi ketat melawan dua rival utama, yakni Destinator dan Tiggo 8 CSH, untuk menilai sejauh mana kemampuan adaptasinya di pasar Indonesia.

Pengujian dimulai dengan rangkaian tes akselerasi, pengereman, dan kehandalan sistem hybrid pada kondisi perkotaan serta jalan menanjak. Dari hasil awal, Wuling Eksion PHEV menunjukkan respons yang halus dan tenaga listrik yang cukup kuat untuk menggerakkan beban penumpang penuh. “Wuling Eksion PHEV terasa ringan dan responsif, terutama pada mode listrik murni,” ujar salah satu penguji senior yang terlibat dalam sesi tersebut.

Baca juga:

Selain performa, faktor kenyamanan menjadi sorotan utama. Kabin mobil didesain dengan penataan ruang yang efisien, menampung hingga lima penumpang dengan posisi duduk yang ergonomis. Sistem infotainment terintegrasi dengan layar sentuh berukuran sedang, menawarkan konektivitas standar seperti Bluetooth dan USB. Pada bagian suspensi, kendaraan ini mampu meredam goncangan pada jalan tidak rata, memberikan rasa stabilitas yang penting saat bersaing dengan Destinator yang dikenal memiliki suspensi sporti.

Perbandingan langsung dengan Tiggo 8 CSH mengungkap perbedaan signifikan dalam strategi energi. Tiggo 8 mengandalkan mesin bensin konvensional dengan tambahan mild‑hybrid, sementara Wuling Eksion PHEV mengoptimalkan kombinasi motor listrik dan mesin bensin kecil untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dalam tes konsumsi bahan bakar, Eksion PHEV mencatat rata‑rata 4,2 km/l pada mode hybrid, lebih baik dibandingkan rata‑rata 5,1 km/l yang dicapai Tiggo 8 dalam kondisi serupa.

Baca juga:

Data teknis lainnya juga memberikan gambaran jelas tentang posisi pasar mobil ini. Kapasitas baterai berukuran 13,8 kWh memungkinkan jarak tempuh listrik murni sekitar 80 km, cukup untuk kebutuhan harian di kota besar. Daya maksimum motor listrik mencapai 120 hp, sementara mesin bensin 1,5 L menambah tenaga hingga total 180 hp. Sistem pengisian cepat 3,5 kW dapat mengisi baterai hingga 80 % dalam kurang dari tiga jam, menjadikan mobil ini praktis bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas antara listrik dan bensin.

Kesimpulannya, Wuling Eksion PHEV berhasil menampilkan profil yang kompetitif di antara Destinator dan Tiggo 8 CSH. Kelebihan utama terletak pada kepraktisan sistem plug‑in hybrid, kenyamanan interior, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal jaringan layanan purna jual dan persepsi merek di pasar SUV premium. Pengamat industri menilai bahwa jika Wuling dapat memperluas jaringan pengisian dan memberikan paket garansi yang menarik, Eksion PHEV berpotensi mengukir posisi kuat di segmen SUV hybrid Indonesia.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *