Media Pendidikan – 18 April 2026 | Surabaya – Turnamen Domino Surabaya 2026 yang digelar pada 18–19 April 2026 di Grand City Convention Hall tidak hanya menjadi panggung kompetisi permainan strategi, melainkan juga pemicu aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Acara tahunan ini menarik pemain dari berbagai kota, sekaligus menyedot perhatian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perhotelan. Menurut panitia, kehadiran ribuan peserta, pelatih, dan penonton menambah permintaan akan akomodasi, kuliner, serta perlengkapan terkait.
“Surabaya Domino Tournament 2026 bukan sekadar ajang kompetisi,” ujar penyelenggara dalam sambutan pembukaan. Pernyataan tersebut menegaskan peran ganda turnamen: sebagai kompetisi sportiva dan katalisator ekonomi lokal.
Selama dua hari pelaksanaan, Grand City Convention Hall dipadati oleh lebih dari 300 tim yang bersaing dalam berbagai kategori usia. Di sekitarnya, pedagang makanan tradisional, toko souvenir, serta penyedia layanan transportasi melaporkan peningkatan penjualan signifikan. Hotel-hotel di sekitar venue mencatat tingkat hunian mendekati kapasitas penuh, dengan rata‑rata okupansi naik sekitar 20 % dibandingkan periode biasa.
Pengaruh positif tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang menyediakan fasilitas promosi bagi UMKM. Stand‑stand dagang diposisikan di area strategis venue, memberi kesempatan bagi usaha kecil menampilkan produk mereka kepada ribuan pengunjung. Hal ini sejalan dengan program revitalisasi ekonomi pasca‑pandemi yang digencarkan oleh Pemkot Surabaya.
Selain dampak ekonomi, turnamen juga menjadi ajang promosi budaya lokal. Beberapa tim mengenakan seragam bertema budaya Jawa Timur, sementara musik tradisional diputar selama jeda pertandingan, menambah nilai hiburan bagi penonton.
Data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata Surabaya menunjukkan bahwa selama periode acara, pendapatan sektor perhotelan meningkat sekitar Rp5 miliar, sementara omzet UMKM sekitar Rp2,5 miliar. Angka ini mencerminkan sinergi antara olahraga dan sektor pariwisata, yang menjadi fokus kebijakan pembangunan berkelanjutan kota.
Penutup acara pada malam kedua diwarnai dengan penghargaan bagi pemenang utama serta apresiasi bagi UMKM yang berpartisipasi aktif. Panitia menegaskan komitmen untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan yang terus berinovasi, termasuk memperluas jaringan sponsor dan meningkatkan fasilitas bagi pelaku usaha lokal.
Dengan hasil positif yang tercatat, diharapkan Turnamen Domino Surabaya 2026 menjadi contoh bagaimana event sport dapat menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya bagi UMKM dan industri perhotelan di kota besar.


Komentar