Media Pendidikan – 13 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada 1 April 2026 lewat pidato televisi bahwa Angkatan Laut AS akan memblokir Selat Hormuz mulai 12 April 2026. Keputusan tersebut diambil setelah perundingan damai yang difasilitasi Pakistan antara Washington dan Teheran tidak menghasilkan kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Dalam sambutannya, Trump menegaskan kemarahannya atas penolakan Iran untuk menghentikan ambisi nuklirnya. “Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses memblokir semua kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz,” ujar sang presiden, mengutip pernyataan yang disiarkan oleh AFP. Ia menambahkan bahwa setiap kapal Iran yang menembak atau mengancam kapal damai akan dihancurkan.
Garda Revolusi Iran menanggapi perintah tersebut dengan peringatan bahwa mereka telah menguasai penuh lalu lintas di Selat Hormuz dan siap menjebak kapal apa pun yang menentang. Iran juga menyatakan akan melanjutkan pembatasan terhadap kapal-kapal asing, kecuali yang dianggap bekerja untuk negara sahabat seperti China. Laporan belum terkonfirmasi menyebutkan Tehran berencana mengenakan biaya perlintasan, yang Trump sebut sebagai “pemerasan dunia”.
Militer AS pada hari Sabtu melaporkan bahwa dua kapal perang telah menyeberangi selat tersebut untuk memulai operasi pembersihan ranjau dan memastikan keamanan jalur bagi kapal tanker. Namun klaim tersebut dibantah oleh pejabat Tehran. Kantor berita Fars melaporkan dua kapal tanker minyak berbendera Pakistan yang sedang menuju Selat Hormuz justru berbalik arah setelah mendengar ancaman.
Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, merupakan jalur penting bagi sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Penutupan total atau gangguan signifikan dapat menimbulkan lonjakan harga energi global. Data dari International Energy Agency memperkirakan bahwa penurunan pasokan sebesar 5% akibat blokade dapat menambah $10‑$15 per barel pada harga minyak mentah.
Pengumuman Trump memicu keprihatinan di kawasan Timur Tengah. Negara-negara di sekitar selat, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga kebebasan navigasi, sambil menyerukan dialog diplomatik untuk menghindari eskalasi militer.
Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi apakah operasi pemblokiran akan melibatkan penangkapan kapal dagang yang membayar biaya tol kepada Iran. Pemerintah Washington menegaskan bahwa setiap kapal yang melanggar perintah akan dihentikan di perairan internasional, meski belum ada detail teknis lebih lanjut.
Situasi masih berkembang, dan para pengamat menilai bahwa keputusan Trump dapat menambah ketegangan geopolitik serta mempengaruhi pasar energi global dalam minggu‑minggu mendatang.


Komentar