Sains & Teknologi
Beranda » Berita » TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Dunia

TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Dunia

TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Dunia
TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Dunia

Media Pendidikan – 25 April 2026 | Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang, Kalimantan Timur, kini tercatat sebagai penyumbang emisi metana terbesar kedua di dunia. Data terbaru menunjukkan tingkat kebocoran metana di lokasi tersebut berada dalam kategori ekstrem, menimbulkan keprihatinan bagi upaya mitigasi perubahan iklim.

Penemuan ini diungkap oleh lembaga pemantau emisi global yang memetakan konsentrasi gas rumah kaca pada berbagai fasilitas pengelolaan limbah. Bantargebang menempati peringkat kedua setelah situs industri lain yang lebih dikenal secara internasional. Kondisi kebocoran yang ekstrem menandakan bahwa sejumlah besar metana—gas dengan potensi pemanasan global sekitar 28 kali lebih kuat daripada karbon dioksida—lepas ke atmosfer setiap tahunnya.

Baca juga:

Dampak Kebocoran Metana di Bantargebang

Metana yang bocor dari TPST tidak hanya memperburuk jejak karbon nasional, tetapi juga mempercepat pemanasan global secara lokal. Karena sifatnya yang mudah terbakar, kebocoran metana dapat meningkatkan risiko kebakaran serta menurunkan kualitas udara bagi penduduk sekitar. Meskipun data spesifik mengenai volume metana yang terlepas belum dipublikasikan secara rinci, klasifikasi “ekstrem” mengindikasikan angka yang signifikan dibandingkan standar internasional.

“TPST Bantargebang jadi penyumbang metana terbesar kedua di dunia,” demikian penegasan laporan resmi yang dirilis pada awal bulan ini. Pernyataan tersebut menegaskan urgensi tindakan korektif, termasuk perbaikan infrastruktur penutup landfill, peningkatan sistem penangkap gas, dan pengawasan rutin.

Para ahli lingkungan menyoroti bahwa penanganan metana di tempat pembuangan sampah memerlukan teknologi penangkapan dan pemanfaatan (gas recovery) yang memadai. Jika dimanfaatkan, metana dapat diolah menjadi energi listrik atau bahan bakar, mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan. Namun, implementasi teknologi tersebut memerlukan investasi yang cukup besar serta koordinasi antar lembaga pemerintah dan sektor swasta.

Baca juga:

Sejumlah wilayah lain di Indonesia juga tengah menghadapi tantangan serupa, namun data terbaru menempatkan Bantargebang pada posisi yang paling mengkhawatirkan. Pemerintah pusat telah menyiapkan program pengurangan emisi metana melalui regulasi baru, termasuk standar kebocoran maksimum yang harus dipenuhi oleh semua TPST di negara ini.

Langkah-langkah mitigasi yang direncanakan meliputi audit teknis menyeluruh, pemasangan penutup geomembran yang lebih tahan, serta peningkatan kapasitas pengolahan gas metana. Selain itu, pelatihan bagi tenaga kerja lapangan diharapkan dapat mempercepat deteksi dan penanganan kebocoran secara real time.

Dalam beberapa minggu ke depan, tim inspeksi independen dijadwalkan melakukan survei lapangan untuk menilai efektivitas tindakan perbaikan yang telah diterapkan. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan lanjutan serta alokasi anggaran khusus untuk pengendalian emisi metana.

Baca juga:

Secara keseluruhan, situasi TPST Bantargebang mencerminkan tantangan besar Indonesia dalam mengelola limbah sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca. Keberhasilan penanganan kebocoran metana di lokasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki kondisi serupa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *