Media Pendidikan – 30 Mei 2026 | Penanaman nilai Pancasila dinilai penting bagi generasi muda menghadapi perkembangan era digital saat ini. Arus globalisasi dan media sosial membawa tantangan baru terhadap semangat kebangsaan Indonesia.
"Nilai Pancasila sangat relevan menghadapi tantangan era digital dan globalisasi saat ini. Generasi muda harus memiliki pemahaman kuat terhadap Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa," katanya.
Ia juga menekankan bahwa literasi digital penting untuk menangkal hoaks dan paham yang bertentangan dengan Pancasila. Media sosial dapat menjadi sarana penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
"Generasi muda harus mampu memilah informasi benar dan tidak mudah terpengaruh propaganda digital," ujarnya.
Keteladanan pemimpin dan tokoh masyarakat dinilai memiliki peran besar dalam pengamalan Pancasila. Sikap toleransi dan gotong royong harus dicontohkan melalui tindakan nyata sehari-hari.
Penanaman nilai Pancasila perlu dilakukan menggunakan pendekatan modern dan kreatif. Pendidikan interaktif hingga konten media sosial dinilai efektif mendekatkan Pancasila kepada anak muda.
"Teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan menyebarkan konten edukatif tentang Pancasila. Film, musik, dan karya seni juga efektif menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda," katanya.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan penyelenggaraan negara.
"Generasi muda perlu menghayati nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. Pancasila harus menjadi pedoman menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan Indonesia," kata Yudian Wahyudi.


Komentar