Nasional
Beranda » Berita » TNI AU Evakuasi Delapan Korban Helikopter H130 Jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat

TNI AU Evakuasi Delapan Korban Helikopter H130 Jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat

TNI AU Evakuasi Delapan Korban Helikopter H130 Jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat
TNI AU Evakuasi Delapan Korban Helikopter H130 Jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat
Daftar Isi

Media Pendidikan – 18 April 2026 | Tim Personel TNI Angkatan Udara (AU) berhasil mengevakuasi delapan korban kecelakaan helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, 17 April 2025. Penyelamatan dipimpin oleh Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) yang dikerahkan segera setelah lokasi jatuh teridentifikasi.

Kronologi Evakuasi

Setelah laporan tentang helikopter yang tak berfungsi muncul, tim SAR TNI AU melakukan pencarian menggunakan pesawat angkut dan helikopter pendukung. Pada sore hari, lokasi bangkai helikopter ditemukan di area hutan lebat yang sulit dijangkau jalan darat. Delapan penumpang yang selamat, termasuk awak dan beberapa penumpang sipil, segera diberikan pertolongan pertama oleh tim medis lapangan.

Baca juga:

Korps Pasukan Gerak Cepat kemudian menurunkan helikopter transportasi untuk mengevakuasi korban ke pos terdekat. Proses pemindahan memakan waktu beberapa jam karena medan yang berat dan cuaca yang berubah-ubah. Semua korban berhasil dipindahkan ke rumah sakit militer di Pontianak untuk perawatan lanjutan.

“Tim kami berusaha secepatnya mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama di lokasi,” ujar seorang personel TNI AU yang terlibat dalam operasi.

Baca juga:

Lokasi kecelakaan berada sekitar 30 kilometer sebelah barat laut pusat Kabupaten Sekadau, tepatnya di daerah hutan tropis yang menjadi jalur transportasi alternatif bagi penduduk setempat. Penyelamatan dilakukan secara intensif selama lebih dari lima jam, dengan dukungan logistik dari satuan tempur darat dan udara.

Operasi evakuasi ini menunjukkan kesiapan TNI AU dalam menanggapi insiden penerbangan di wilayah terpencil. Koordinasi antara unit udara, darat, dan medis dinilai efektif, meskipun tantangan geografis tetap menjadi kendala utama.

Baca juga:

Ke depannya, pihak berwenang akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kerusakan mesin helikopter tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan militer di daerah dengan kondisi medan yang sulit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *