Media Pendidikan – 08 Mei 2026 | PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) menerima lebih dari 1.000 laporan penipuan yang mengatasnamakan perusahaan selama satu tahun ke belakang. Corporate Secretary Taspen, Henra, mengatakan bahwa perusahaan selalu menggaungkan keseriusan terhadap laporan penipuan para peserta Taspen.
"Alhamdulillah dengan apa yang sudah kita lakukan sepanjang 2025 ini cukup berhasil, dan kelihatan dari penurunan penipuan dan laporannya juga. Itu yang sebenarnya kita harapkan, jadi peserta juga akan merasa lebih aman dengan support dari Taspen," kata Henra.
Corporate Communication & Media Relations Dept Head Taspen, Rizky Bachrudin, mengatakan bahwa perusahaan mencatat terdapat lebih dari 1.000 laporan sejak peluncuran aplikasi Andal by Taspen pada Januari 2025 hingga Februari 2026. "Kalau kita lihat pelaporan yang masuk ke kami sih 1.000 pelaporan, dari 1.000 itu kita follow up dan kita report ke Komdigi buat di-take down," ungkap Rizky.
Modus penipuan paling banyak melalui aplikasi WhatsApp, di mana oknum penipu menghubungi peserta Taspen dan meminta perubahan data melalui tautan yang merupakan jebakan phising. "Modusnya sama via WhatsApp, dikontak nanya nama betul apa tidak, terus suruh update data diri. Jadi kalau tidak di-update nanti pensiunnya tidak cair. Padahal kalau tidak klik, tidak ada hubungan dengan aplikasi Taspen," jelas Rizky.
Taspen tidak lepas tangan terhadap laporan penipuan yang diterima perusahaan. Pada beberapa kasus, perusahaan ikut mendampingi kepada ranah hukum. "Kita temenin pelaporannya, pengaduannya, kita fasilitasi banget. Jadi itu yang masuk kita ya di beberapa cabang tadi 1.000 laporan penipuan ada beberapa yang lewat cabang, bahkan kalau beberapa orang itu yang mengajukan ke pengadilan juga kita suportif buat jadi saksi," jelas Rizky.


Komentar