Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Artikel yang dipublikasikan di Tirto.id mengulas langkah-langkah konkret untuk melawan perilaku gaslighting yang dilakukan oleh rekan kerja di lingkungan kantor. Penulis menekankan pentingnya bukti tertulis serta pertimbangan melaporkan insiden ke departemen sumber daya manusia (HR).
Gaslighting merupakan taktik manipulasi psikologis di mana pelaku berusaha menanamkan keraguan pada persepsi korban, sering kali dengan menyangkal fakta atau mengubah narasi. Di kantor, dampaknya dapat menurunkan produktivitas, menurunkan kepercayaan diri, dan menciptakan iklim kerja yang tidak sehat.
Langkah-Langkah Praktis
Strategi pertama yang disarankan adalah mendokumentasikan setiap interaksi mencurigakan. Catat tanggal, waktu, saksi, dan isi percakapan secara detail, baik melalui email, notulen rapat, atau rekaman chat. Dokumentasi ini menjadi bukti kuat bila situasi berkembang menjadi sengketa formal.
Langkah berikutnya adalah memvalidasi fakta dengan saksi atau bukti pendukung. Jika ada rekan kerja yang menyaksikan perilaku serupa, ajak mereka mencatat kesaksian secara tertulis. Hal ini memperkuat kronologi dan mengurangi risiko tuduhan sebaliknya.
Konfrontasi langsung dengan pelaku dapat menjadi opsi, namun harus dilakukan dengan persiapan. Pendekatan yang tenang, menyampaikan contoh spesifik, dan menegaskan batasan pribadi dapat membantu mengurangi eskalasi. Penulis menambahkan, “Validasi dengan dokumentasi, pertimbangkan lapor ke HR.” sebagai pedoman utama.
Jika perilaku tetap berlanjut, melaporkan ke HR menjadi langkah selanjutnya. HR biasanya memiliki prosedur formal, termasuk wawancara, pemeriksaan bukti, dan tindakan disipliner bila diperlukan. Penting untuk mengetahui kebijakan internal perusahaan mengenai pelecehan psikologis.
Seorang manajer HR yang tidak disebutkan namanya menyatakan, “Kami menanggapi setiap laporan gaslighting dengan serius dan berkomitmen melindungi karyawan dari manipulasi yang merusak lingkungan kerja.” Pernyataan ini menegaskan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk menindaklanjuti kasus semacam ini.
Secara keseluruhan, strategi yang disarankan mencakup pencatatan terperinci, verifikasi melalui saksi, konfrontasi yang terukur, dan penggunaan jalur resmi HR. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, korban dapat memperkuat posisi mereka, mengurangi dampak psikologis, serta berkontribusi pada terciptanya budaya kerja yang lebih transparan dan adil.


Komentar