Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Kompas.com melaporkan pada 3 Mei 2026 bahwa pakar psikologi hubungan mengidentifikasi lima tipe perselingkuhan yang paling sering muncul, beserta strategi penanganannya. Artikel ini merangkum temuan tersebut untuk membantu pembaca memahami dinamika yang dapat merusak ikatan pasangan.
Tipe 1: Perselingkuhan Situasional
Perselingkuhan yang terjadi karena kondisi atau kesempatan tertentu, misalnya saat liburan atau di lingkungan kerja yang intens. Pada tipe ini, motivasi utama bukanlah ketidakcintaan, melainkan faktor situasional yang memicu keputusan impulsif.
Tipe 2: Perselingkuhan Emosional
Berbeda dengan yang fisik, tipe ini melibatkan ikatan emosional yang kuat dengan pihak ketiga, seperti berbagi perasaan intim melalui pesan atau pertemuan rutin. “Perselingkuhan tidak selalu berawal dari tindakan fisik, melainkan seringkali dimulai dari rasa tidak dihargai,” ujar Dr. Andi Satria, pakar psikologi hubungan.
Tipe 3: Perselingkuhan Fisik
Jenis yang paling dikenal publik, meliputi kontak seksual atau hubungan intim secara langsung. Meskipun paling jelas, dampaknya dapat lebih dalam bila tidak diikuti dengan proses penyembuhan yang tepat.
Tipe 4: Perselingkuhan Digital
Era media sosial dan aplikasi kencan membuka peluang baru bagi perselingkuhan melalui chat, video call, atau pertukaran foto. Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan 2025, sekitar 12,5 % kasus perselingkuhan melibatkan platform digital.
Tipe 5: Perselingkuhan Finansial
Jenis ini terjadi ketika salah satu pasangan menyembunyikan atau mengalihkan sumber keuangan kepada pihak lain, seringkali berujung pada keretakan kepercayaan yang mendalam.
Untuk menghadapi masing‑masing tipe, pakar menyarankan langkah‑langkah berikut: mengidentifikasi akar masalah, membuka komunikasi terbuka tanpa menyalahkan, mencari bantuan konseling profesional, dan menetapkan batasan serta komitmen baru. Sebuah survei internal menunjukkan bahwa 20 % pasangan yang menjalani konseling berhasil memperbaiki hubungan dalam enam bulan pertama.
Kesimpulannya, mengenali jenis perselingkuhan yang terjadi menjadi langkah pertama dalam proses pemulihan. Dengan pendekatan yang tepat, pasangan dapat mengembalikan rasa aman dan memperkuat ikatan, atau memutuskan jalur yang lebih sehat bila rekonsiliasi tidak memungkinkan.


Komentar